alexametrics

Antisipasi Hoax Netizen Didorong Masuk Jurnalis

19 Desember 2017, 07:30:43 WIB

JawaPos.com – Keberadaan netizen menjadi pihak yang dituding sering menyebarkan berita bohong atau hoax melalui media sosial atau medsos.

Yang lebih parah penyebaran berita bohong ini justru dijadikan peluang usaha yang menjanjikan dan disengaja. Guna mengantisipasi penyebaran berita bohong tersebut para netizen didorong untuk menjadi jurnalis dengan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Demikian seperti disampaikan oleh Marah Sakti Siregar selaku Ketua Umum Yayasan Sekolah Jurnalisme di sela-sela memberikan materi saat dialog publik yang diadakan Kominfo dan PWI di Hotel Best Western, Senin (18/12).

Lebih jauh Marah Sakti mengatakan, dengan digandengnya netizen menjadi “wartawan” bisa menjadi upaya mengantisipasi penyebaran berita bohong. “Makanya kami mendorong mereka untuk masuk ke jurnalisme, tetapi juga harus belajar dulu,” ungkapnya.

Dengan bergabungnya netizen menjadi “wartawan” informasi yang disebarkan oleh para netizen bisa lebih bermanfaat. Selain itu, dengan berpegang pada kaidah kode etik jurnalistik maka setiap informasi yang disebarkan terjaga kebenarannya dan juga kredibilitasnya.

Marah juga menilai, penyebaran berita hoax sudah sangat parah. “Karena para pejabat negara termasuk presiden sudah mencemaskan kondisi ini,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi Publik, Freddy Tulung. Freddy menambahkan, dengan ditariknya para netizen menjadi jurnalisme mengantisipasi terjadinya hal-hal seperti yang terjadi pada saat Pilgub DKI.

“Jangan sampai apa yang terjadi pada Pilgub DKI terulang lagi pada Pilkada 2018 dan juga Pilpres 2019. Makanya ini kami melibatkan para blogger dan juga netizen,” tutup Freddy.

Editor : admin

Reporter : (apl/JPC)


Close Ads
Antisipasi Hoax Netizen Didorong Masuk Jurnalis