alexametrics

Pemprov Jatim Minta Sekolah Kembangkan Artificial Intelligence

19 November 2021, 06:05:57 WIB

JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pertumbuhan penggunaan artificial intelligence (AI) di Jawa Timur terus meningkat. Pada 2021, AI sudah digunakan di seluruh elemen.

”Penggunaan AI terus meningkat. Pasar-pasar di Jawa Timur bahkan sudah menggunakan AI,” tutur Emil dalam acara Virtual Showcase Jatim AI Summit yang diselenggarakan Sustainable Living Lab via Zoom pada Kamis (18/11).

Jatim AI Summit diselenggarakan sebagai showcase event untuk mengapresiasi hasil karya para siswa yang akan menampilkan final projects yang telah dikembangkan siswa sekolah di Surabaya. Event itu untuk meningkatkan minat pembelajaran AI dan mendorong pengembangan inovasi serta adopsi AI oleh masyarakat dan pemerintah agar dapat dimanfaatkan untuk membenahi permasalahan.

Emil menyebut, terdapat penggunaan AI yang berbasis aroma. Program AI itu disebut-sebut Emil akan digunakan untuk mendeteksi penularan virus Covid-19.

”Ada juga program AI yang berbasis bau. AI ini kunci suksesnya adalah ekosistem, bagaimana masing-masing individu bisa berbagi insight atau perspektif dan ide,” jelas Emil.

Emil menyatakan akan terus mendorong penggunaan dan pengembangan AI di sekolah. ”Dengan demikian, banyak permasalahan di masyarakat yang bisa terselesaikan,” tandasnya.

Suhariono, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengungkapkan, AI mulai banyak digunakan dan dikembangkan pelajar SMA/SMK di Jatim. ”Pengembangan AI yang dilakukan pelajar ini akan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan siswa,” tutur Suhariono.

Berdasar catatan Sustainable Living Lab, Indonesia merupakan salah satu negara dengan peringkat tertinggi di ASEAN dalam adopsi AI. Tingkat adopsi sudah mencapai 24,6 persen untuk Indonesia dan diproyeksikan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu sekolah yang sudah menyiapkan program AI adalah SMKN 1 Surabaya. Sekolah itu membuat program AI berupa MriksoHoax.

”Sesuai namanya, program ini disiapkan untuk memeriksa apakah berita tersebut hoax atau tidak,” tutur Steven Alexander, ketua tim.

”Tidak hanya laman berita lokal, juga bisa mendeteksi laman berita internasional,” terang dia.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: