JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tahanan Potong Alat Kelamin, Calon Istri Dikabarkan Tolak Pernikahan

19 November 2018, 15:04:29 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Tahanan Potong Alat Kelamin, Calon Istri Dikabarkan Tolak Pernikahan
Suasana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Enrekang. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Seorang tahanan berinisial IS nekat memotong separuh alat kelaminnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Enrekang. Kerabat dekat korban berinisial NM memberikan keterangan mendasar penyebab IS melakukan aksi tersebut.

Perempuan 26 tahun tersebut membenarkan terkait kondisi sikologis IS yang mengidap tekanan sikologis berat. Namun, dia menampik tudingan IS menganut ajaran-ajaran salah. Di luar konteks keagamaan.

Tekanan yang dialami IS dijelaskan bersumber dari internal pihak keluarga. Kedua orang tua IS dikabarkan baru saja meninggal dunia.

"Kedua orangtuanya baru-baru kasian meninggal. Tambah masalah yang dilakukan pamannya hingga dia ditahan," kata NM saat berbincang dengan JawaPos.com, Senin (19/11).

Warga Desa Buntu Mandong, Enrekang itu, diketahui ditahan sejak 3 pekan lalu, tepatnya awal Oktober 2018 karena perkara penganiayaan. Alumnus Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas ternama di Kota Makassar itu dikabarkan menganiaya pamannya sendiri.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang, kemudian menitipkan IS di Rutan Kelas II B Enrekang sebagai rangkaian proses tahap dua perjalanan hukumnya. Berkas perkara dan dakwaannya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Enrekang untuk disidangkan.

IS bahkan disebut-sebut akan menjalani pernikahan di akhir Oktober 2018 kemarin. Namun karena perkara ini, rencana bersanding dengan pasangan hidupnya yang telah dilamar, sementara batal bahkan terancam gagal.

Apalagi setelah IS memotong separuh alat vitalnya, pihak keluarga dari calon istrinya dikabarkan menolak keras rencana pernikahan tersebut.

"Rencana pernikahan bulan sepuluh, akhirnya tertunda karena dia harus menjalani hukuman. Tapi saya tidak tahu apakah lanjut (pernikahan) atau tidak karena keluarga perempuan tahu dari berita," ujarnya.

Dikhawatirkan, lanjut NM, IS bisa berbuat lebih parah jika terus mendapat tekanan dari luar. Termasuk ketika ia divonis bersalah dan proses hukumnya dilanjutkan.

"Dokter bilang kalau mentalnya bagus hanya saja banyak yang dia pikirkan hingga pikirannya kacau mendengar sesuatu yang tidak masuk akal," katanya.

"Orang yang depresi bisa saja melakukan yang di luar akal. Yang ditakuti jika dia tidak jadi nikah dia malah melakukan yang lebih dari itu," tambahnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up