JawaPos Radar | Iklan Jitu

'Ampun, Pak.. Ampun!', Teriak Sofyan Saat Dihabisi Pelaku

19 November 2018, 01:05:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
'Ampun, Pak.. Ampun!', Teriak Sofyan Saat Dihabisi Pelaku
Istri korban saat menangis dihadapan peti jenazah Sofyan (Alwi Alim/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel berhasil menangkap tiga dari empat pelaku kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online, Sofyan. Ketiga pelaku tersebut yakni Ridwan, 45; Franata Ariwibowo, 16; Acundra, 21.

Berdasarkan keterangan dari salah satu pelaku, Acundra, 21, saat dihabisi korban beberapa kali berteriak meminta ampun. Namun, mereka pun tak menghiraukannya. "Ampun, Pak.. Ampun!" kata dia menirukan ucapan korban.

Hingga akhirnya mereka pun menghabisi korban. Ia berperan mencekik korban dan sekejap korban pun berhenti berteriak karena tewas.
Setelah tewas, pelaku Akbar (buron) membawa mobil korban menuju ke Musirawa kembali ke tempat tinggal mereka.

Ia mengaku jika aktor utama di balik perampokan disertai pembunuhan ini yaitu Akbar lantaran ia dihasut akan dibunuh jika tidak mau.

Sebelumnya, Akbar telah memesan hampir lima kali taksi online namun terus ditolak. Hingga, akhirnya mereka pun mendapatkan korban.
"Kami menyesal, Pak. Kami dihasut akan dibunuh jika tidak mengikuti perintah Akbar," tutupnya. 

Sementara itu, Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno mengatakan penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka Ridwan. Namun, tersangka memberikan keterangan berbelit-belit. Bahkan, mengaku lupa membuang mayat korban.

Hingga akhirnya dengan gigih polisi berhasil menemukan jasad korban di pinggir jalan tepatnya di kawasan Kecamatan Lakutan, Kabupaten Musirawas, Sumsel.

"Polisi menanyakan kepada warga dan para sopir apakah mencium bau mayat. Akhirnya korban pun ditemukan," katanya.

Setelah menangkap Ridwan, polisi juga berhasil menangkap dua pelaku yakni Franata Ariwibowo, dan Acundra. Kedua pelaku ini menyerahkan diri karena takut terhadap ultimatum tembak mati oleh Polda Sumsel.

Ia mengaku, salah satu pelaku yakni Franata Ariwibowo memang masih berusia 16 tahun. Namun, pelaku sudah memiliki istri dan satu anak. Sehingga, proses hukumnya berjalan seperti biasa. "Kami masih mengejar satu pelaku yang masih buron," tutupnya.

(ce1/lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up