alexametrics

9 Kepala Daerah Asal Sumut ‘Nyangkut’ KPK, Pengamat: Mental Serakah

19 November 2018, 14:52:41 WIB

JawaPos.com- Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu adalah kepala daerah ke-9 asal Sumatera Utara yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Secara nasional, Remigo berada di urutan ke-104.

Praktisi Hukum asal Sumatera Utara Surya Adinata memberikan kritik keras. Dia mengatakan, terkadang pengadilan belum bisa memberikan penegakan hukum yang kuat. Sebab, bisa saja berubah di tingkat Mahkamah Agung.

Soal korupsi kepala daerah kembali kepada mental. Kalau dibilang kaya, kaya semua. Kalau dibilang, nggak punya harta, nggak juga. Korupsi ini kan dua, kalau nggak kebutuhan, bisa juga, karena keserakahan. Mungkin yang kedua,” ungkapnya, Senin (19/11). 

Pemerintah juga sudah mulai menerapkan beberapa sistem transparan. Mulai dari e-catalog hingga e-budgetting yang bisa diakses masyarakat. Namun para koruptor tetap saja mencari celah agar bisa mendapat keuntungan. 

“Pertanyaannya apakah di sana (Pakpak Bharat) sudah menerapkan seperti itu. Fee ini agak sulit dipantau,” terangnya.

Berikut beberapa kasus korupsi yang menyeret para kepala daerah di Sumatera Utara:

– Wali Kota Medan Abdillah. Ditahan 2 Januari 2008, terkait korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran 2005 dan penyelewengan APBD 2002-2006. 

– Wakil Wali Kota Medan Ramli Lubis. Ditangkap KPK pada 3 Januari 2008 atas kasus yang sama dengan Abdillah.

– Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin. Ditangkap KPK, Oktober 2010 atas perkara korupsi penyalahgunaan APBD Langkat 2000-2007.

– Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeng ditahan KPK pada 6 Oktober 2014 terkait kasus penyuapan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

– Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara. Diringkus sehari setelah KPK menggelar OTT pada 15 Mei 2015 terkait suap proyek Dinas PU di rumahnya di Medan.

– Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.Dijebloskan ke dalam tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka pemberi suap pada OTT hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Medan, 3 Agustus 2015.

– Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain terjaring OTT KPK pada 13 September 2017 karena menerima suap proyek.

– Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ditangkap dalam OTT KPK di Jakarta dan Labuhanbatu, 17 Juli 2018. Dia  diduga menerima suap terkait proyek-proyek infrastruktur Labuhanbatu. 

– Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu. Dia ditangkap KPK, 18 November 2018 diduga terkait suap proyek di Dinas PUPR

Editor : Dida Tenola

Reporter : (pra/JPC)



Close Ads
9 Kepala Daerah Asal Sumut 'Nyangkut' KPK, Pengamat: Mental Serakah