JawaPos Radar

Setelah Ahok dan Djarot, Kini Anies Sesumbar Mau Groundbreaking ITF

19/10/2018, 13:13 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Setelah Ahok dan Djarot, Kini Anies Sesumbar Mau Groundbreaking ITF
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan groundbreaking pmebangunan ITF Sunter pada awal tahun 2019. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, yang digadang-gadang bisa mengolah sampah menjadi tenaga listrik hingga saat ini belum terealisasi. Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berulang kali menyebut akan melakukan groundbreaking, namun nyatanya hingga saat ini tak pernah terlaksana.

Rencana groundbreaking ITF Sunter ini sudah disampaikan sejak era dua Gubernur DKI Jakarta sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan juga Djarot Syaiful Hidayat. Saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun, mengaku akan melakukan groundbreaking ITF Sunter pada akhir 2018 atau awal 2019.

"Insya Allah akhir tahun mudah-mudahan atau paling telat awal tahun kami akan bisa groundbreaking, di Sunter," tutur Anies di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (19/10).

"Fase pertama ini diharapkan bisa menampung 2 ribu ton per hari, jadi sampah di Jakarta yang berkisar antara 7 ribu hingga 8 ribu ton per hari bisa berkurang," tambahnya.

Pembangunan ITF Sunter ini merupakan salah satu realisasi dari UU No 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah yang diterapkan pada tujuh kota di Indonesia.

Sejalan dengan UU tersebut, DKI telah menerbitkan Pergub No 50 Tahun 2016 tentang Pembangunan dan Pengoperasian Fasilitas Pengelolaan Sampah di dalam Kota dengan menunjuk Jakpro sebagai pelaksananya. Rencananya setelah proyek ITF Sunter rampung akan dibangun empat ITF di lokasi yang berbeda.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menggandeng investor Finlandia dalam upaya mengelola sampah. Sejak 2016, Pemprov DKI resmi menjalin kerjasama pembangunan pengelolaan sampah berkelas Internasional alias Intermediate Treatment Facility (ITF).

Proyek ITF Sunter terkendala saat era mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke). Penyebabnya, lantaran Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) 18/2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Namun kemudian, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) 50/2016 tentang Pembangunan dan Pengoperasian Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota.

Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare dengan nilai investasi Rp 3 triliun dengan PT Jakpro sebagai penerima mandatnya. Pemprov DKI berharap ITF bisa mengolah sampah 2.200 ton per hari atau setara 25 persen dari total sampah di ibu kota.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up