alexametrics

Keluarga Tidak Jelas, Proses Hukum Pemerkosa Pengungsi Gempa Terhambat

19 Oktober 2018, 16:28:21 WIB

JawaPos.com– Proses hukum terhadap pelaku pemerkosaan terhadap SH, bocah pengungsi gempa Palu di Makassar sedikit menemui hambatan. Pasalnya, tim gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Dinas Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (P3A) dan jajaran Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar kesulitan untuk mencari keluarga MI, tersangka kasus itu.

MI yang masih berusia 14 tahun belum mempunyai KTP. Kedua orang tuanya, hingga saat ini belum diketahui asal usul dan keberadaannya. “Pelaku ini ndak jelas. Orang tuanya apa lagi. Kartu keluarga (KK)nya saja, kami bantu uruskan,” terang Kepala Dinas P3A Tenri A Palallo, Jumat (19/10).

Satu-satunya petunjuk yang didapat petugas adalah nenek tersangka. MI mengaku bahwa dirinya punya nenek yang tinggal di kawasan Biringkanaya, Makassar. Hanya saja, selama ini dia tidak tinggal dengan neneknya.

Petugas lantas mendatangi nenek tersangka. Sayangnya, perempuan yang diperkirakan berusia 60 tahun itu sudah pikun. Dia tidak bisa memberi tahu siapa orang tua MI. “Jadi sekarang kami lagi usaha, sampai Camat dan Lurah bantu untuk memasukkan dia ke dalam KK neneknya. Supaya langsung bisa dibuatkan akta dan proses hukumnya bisa kembali jalan,” terang Tenri.

Tenri melanjutkan, pihaknya tetap akan mengacu pada Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak. Tersangka yang masuk dalam kategori anak di bawah umur, akan terus didampingi selama menjalani proses hukum.

Hanya saja, karena identitas resmi, khususnya orang tua dari tersangka belum diketahui, maka tim terkendala untuk melakukan pendampingan. “Kami agak susah juga. Mau didampingi tapi keluarganya tidak jelas. Harus ada persetujuan keluarga. Makanya sampai sekarang tersangka tetap ditahan di sana (Mapolrestabes Makassar, Red), sambil kami urus semuanya,” lanjutnya.

Secara terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono menerangkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim gabungan (Dinsos, P3A, Bapas, P2TP2A Makassar) untuk mencari keluarga tersangka. Untuk sementara, pihaknya memang belum membuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap MI.

Sebab, dalam aturan, tersangka memang harus mendapat pendampingan hukum.
“Sementara yang bersangkutan (MI) masih ditahan di sini, pengawasannya tetap jalan terus. Untuk proses hukumnya, akan bisa berlanjut kalau pendampingan sudah didapat,” terang Wirdhanto.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (rul/JPC)


Close Ads
Keluarga Tidak Jelas, Proses Hukum Pemerkosa Pengungsi Gempa Terhambat