JawaPos Radar

Kapok Gunakan Narkoba, Sunarman Ingin Bikin Usaha Kerajinan

19/10/2018, 09:50 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pecandu Narkoba
INGIN USAHA: Narapidana kasus narkoba Sunarman bin Sutino yang menyerahkan diri ke Rutan Solo dan ingin membuat kerajinan. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sunarman bin Sutino, 38, tidak menyangka perkenalannya dengan seorang teman di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan membawanya ke sel penjara. Dia terjerumus dalam jeratan narkoba.

Awalnya, Sunarman tidak mengenal narkoba. Tetapi setelah mendapatkan bujukan dari temannya, Sunarman pun terlena. Ia ikut menggunakan narkoba dengan iming-iming bisa menambah stamina.

Bujukan ini bersambut ketika Sunarman yang bekerja sebagai pelayan rumah makan itu merasa cukup kelelahan. Ia bekerja di warung makan mulai pagi sampai malam. Dirinya hanya diberi waktu istirahat selama satu jam. Kondisi inilah yang kemudian membuat Sunarman terpaksa mencicipi narkoba.

Narkoba tersebut didapatkan dari temannya. "Saya butuh tambahan stamina karena kerjanya dari pagi sampai malam," terangnya saat ditemui JawaPos.com di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo, Kamis (18/10).

Sunarman biasa membeli satu paket narkoba seharga Rp 100 ribu. Uang tersebut merupakan hasil jerih payahnya bekerja seharian di rumah makan. Sekali dua kali menggunakan, Sunarman terus mengulanginya.

Sampai suatu saat teman yang memasok narkoba tertangkap polisi. Saat diperiksa, tersangka menyeret Sunarman yang waktu itu kebetulan usai mengkonsumsi narkoba. "Keluarga saya tidak tahu kalau saya menggunakan narkoba. Jadi saat saya ditangkap semuanya kaget. Tidak menyangka saya menggunakannya," ucapnya.

Sunarman pun hanya bisa pasrah. Sebab polisi mendapati hasil tes urine Sunarman positif narkoba. Sunarman yang merupakan warga Mojodipo, Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar, akhirnya menjalani persidangan. Pengadilan memutuskan bahwa Sunarman bersalah dan menjatuhi hukuman penjara selama empat tahun.

Sunarman sempat menjalani hukuman di Rutan Mahesa, Palu. Sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas kelas IIA Palu. Saat menjalani hukuman di Rutan Mahesa, Sunarman bertemu dengan napi lain.

Napi tersebut kemudian mengajari Sunarman membuat kerajinan dari tali kur. Tali itu dirajutnya secara manual menjadi berbagai bentuk. Mulai dari gantungan kunci, dompet, tas dan kerajinan lainnya.

Keahlian ini terus ditekuni Sunarman sampai menempati Lapas Kelas IIA Palu. "Kerajinan ini saya jual kepada pembesuk, lumayan hasilnya. Pernah ada yang membeli dengan harga Rp 200 ribu," terangnya.

Uang hasil penjualan lantas digunakannya untuk biaya hidup selama di penjara. Tetapi seiring berjalannya waktu, peminat kerajinan buatan Sunarman berkurang. Hingga akhirnya, Sunarman tidak lagi membuat kerajinan tas.

Tetapi setelah pindah di Rutan Kelas IA Solo, keinginan membuat kerajinan dari tali itu kembali muncul. Sunarman ingin membuat kerajinan dan menjualnya ke pembesuk tahanan.

Tidak hanya di dalam penjara, Sunarman mempunyai keinginan untuk membuat kerajinan selepas bebas dari penjara kelak. Sunarman ingin mengubur dalam-dalam pengalaman kelamnya sebagai pengguna narkoba. Ia tidak ingin mengulangi menggunakan narkoba.

"Kalau tidak seperti ini (dipenjara) mungkin saya juga tidak berhenti. Ya kalau usaha membuat kerajinan bisa," ucap pria yang hanya lulusan SMP tersebut.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up