alexametrics

Dua Terduga Teroris di Tanjungbalai Jaringan JAD

19 Oktober 2018, 19:50:26 WIB

JawaPos.com – Dua terduga teroris yang tewas ditembak Detasemen Khusus 88 Mabes Polri dipastikan masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dua anggota kelompok yang diduga antek ISIS itu, tewas karena mencoba menyerang petugas.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (19/10) petang. Kedua terduga teroris itu masing-masing berinisial HSM dan RA. “Iya mereka masuk jaringan kelompok JAD,” kata Tatan.

Tatan menyatakan, usia kedua terduga teroris itu juga terbilang muda. HSM diketahui masih berusia 26 tahun, sedangkan RA berusia 22 tahun.

Ia melanjutkan, penindakan yang dilakukan adalah lanjutan dari penangkapan terduga teroris pada Mei 2018 di Tanjungbalai. Mereka diduga mempersiapkan aksi dengan target markas polisi dan rumah ibadah.

Sebelumnya diketahui, Densus 88 menyerbu kawasan perumahan dan berhasil meringkus dua terduga teroris berinisial HSM dan RA (Sebelumnya ditulis AN dan RI). Kedua terduga teroris itu, tewas ditembak karena melakukan perlawanan.

Setelah para tersangka roboh, Densus 88 menggeledah seisi rumah. Polisi menyebut, ditemukan tujuh bahan peledak. Bahkan para tersangka juga memiliki senjata rakitan dan senjata tajam.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan barang bukti berupa lima buah bom pipa besi, pisau, pistol merek Browning caliber 9 mm dan dua butir peluru 9 mm di dalam magasin.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Dua Terduga Teroris di Tanjungbalai Jaringan JAD