alexametrics

Bantu Pengungsi Gempa, Yonkes 2 Kostrad Bangun Posko Kesehatan di Duyu

19 Oktober 2018, 20:44:01 WIB

JawaPos.com- Hampir tiga minggu paca gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan Palu, Sulawesi Tengah, tak sedikit para pengungsi yang terserang penyakit. Termasuk mereka yang mendiami posko pengungsian terpadu di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Melihat kesusahan para pengungsi itu, Yonkes 2 Kostrad memutuskan untuk mendirikan posko kesahatan. Pasukan yang bertugas di Palu sejak dua hari pasca bencana itu sangat membantu meringankan penderitaan pengungsi yang menderita penyakit.

Dansatgasgab Yonkes 2 Kostrad Letkol (Ckm) dr Djeffri Frederik Longdong memberikan perintah untuk mendirikan pos kesehatan, Jumat (19/10). ”Mekanismenya, setiap hari anggota saya bergantian untuk pelayanan di  sana. Kemudian jika pasien tidak dapat diatasi di Pos Kesehatan maka dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan Yonkes 2 Kostrad,” jelas Djeffri.

Secara rinci, di dalam Pos Kesehatan Satgasgab Yonkes 2 Kostrad terdiri dari pos pendaftaran, poli Umum, apotek dan pos rawat inap. Personel yang mengisi pos kesehatan yaitu satu dokter, tiga bintara dan lima tamtama perawat. “Sehingga mampu untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk penyakit penyakit ringan,” tambahnya.

Dokter Yonkes 2 Kostrad Letda (Ckm) dr Habibie Tanjung mengatakan, di posko pengungsian terpadu Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu tidak ada tim medis. Sehingga pada saat mereka membuka pos kesehatan disana, para pengungsi berbondong- bonding untuk berobat. “Tadi juga ada pasien anak yang kami berikan infus kemudian kami evakuasi ke rumah sakit lapangan. Sebab kondisinya sudah dehidrasi, muntah dan mengalami diare,” katanya.

Selain mendirikan pos kesehatan di kawasan pengungsian, mereka juga melakukan fogging di Kelurahan Balaroa. Vaksin anti bau juga disemprotkan di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Pembuatan vaksin anti bau ini cukup sederhana. Yaitu dengan campuran cairan pemutih pakaian satu liter dicampurkan air bersih sebanyak empat liter. Kemudian disemprotkan pada genangan air sumber bau. 

Tujuan dilakukan penyemprotan vaksin itu agar menghilangkan bau busuk yang menyengat. Dengan begitu, masyarakat, TNI Polri dan Basarnas yang sedang melaksanakan pencarian maupun operator alat berat tidak terganggu aktivitasnya. Hasrudin salah satu operator ekskavator yang bekerja untuk meratakan Perumnas Balaroa mengaku, setelah vaksin tersebut disemprotkan, dirinya sudah tidak mencium bau busuk lagi.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Bantu Pengungsi Gempa, Yonkes 2 Kostrad Bangun Posko Kesehatan di Duyu