JawaPos Radar

Punya 6 Cold Storage, Sangihe Menanti Niat Baik Investor

19/08/2018, 09:12 WIB | Editor: Ilham Safutra
Punya 6 Cold Storage, Sangihe Menanti Niat Baik Investor
Ilustrasi: nelayan memindahkan ikan tuna hasil tangkapannya ke dalam cold storage (NASRULLOH/Radar Banyumas/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Kabupaten Kepulauan Sangihe ingin menarik investor masuk ke daerahnya guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Wilayah yang berbatasan dengan negara Filipina tersebut memiliki potensi perkebunan yakni pala, cengkeh maupun perikanan.

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengatakan, masuknya investor pengolahan ikan ke Sangihe diharapkan dapat menunjang ekspor. Di Sangihe kini sudah ada 6 cold storage masing-masing berkapasitas 50 ton guna menampung ikan tangkapan warga untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

"Kita sebenarnya minta kebijakan ekspor ke Jepang dan Filipina. Tetapi regulasi kita tidak memperbolehkan ekspor ikan gelondongan harus ada pengolahannya. Di sini belum ada perusahaan pengolahan ikannya," katanya Minggu (19/8). Sehingga, hasil perikanan hanya dikirim ke Manado dan Surabaya.

Selisih harga ikan ekspor dengan domestik memang cukup banyak. Jika diekspor ke Filipina, harga ikan tuna bisa dibanderol Rp 125 ribu per kilogram. Sementra, kalau dijual di dalam negeri hanya mencapai Rp 25 ribu per kilogram.

PAD Kepulauan Sangihe sendiri memang terhitung kecil yakni mencapai Rp 40 miliar. APBD Sekitar Rp 1,1 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 6,2 persen tahun 2016. Mayoritas ditopang oleh sektor perkebunan seperti pala maupun cengkeh. Sedangkan kontribusi sektor perikanan masih minim di bawah 10 persen.

"Kita dulu sudah MoU dengan investor Filipina tetapi batal karena mereka maunya membangun pengolahan ikan di sini sekaligus juga mencari ikan di sini. Kami tidak boleh jika mencari ikan di sini," urainya.

Pencurian ikan menjadi salah satu permasalahan di Sangihe. Acap kali nelayan Filipina melaut melewati batas perairan Indonesia guna memancing ikan tuna lantaran ikan tersebut sudah susah ditemukan di perairan Filipina.

Tetapi adanya kebijakan penenggelaman kapal asing memang membuat pencurian ikan menurun. "Terkadang kami sering bentrok dengan nelayan Filipina. Tahun lalu ada sekitar 3 kapal ditenggelamin, lumayan agar mereka kapok," ujar Burhan, salah satu nelayan di Kepulauan Sangihe.

vir/jpk/jpc

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up