JawaPos Radar

Ditanya Posisi Menteri, Risma: Jabatan Wali Kota Lebih Berkuasa

19/08/2018, 16:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komitmen Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya sudah tidak diragukan lagi. Namun banyak pihak yang masih penasaran kenapa Risma tidak ingin menduduki posisi yang lebih tinggi lagi.

Risma pun kembali menyatakan komitmennya membangun Surabaya dan mensejahterakan warganya. Hal itu disampaikannya pada penutupan ospek mahasiswa baru di Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

"Sebelumnya, saya juga nggak mau ditawari jadi menteri. Menurut saya, itu bukan sekedar naik pangkat atau kelas. Tapi, soal komitmen mensejahterakan warga Surabaya," kata Risma di kampus ITS, Minggu (19/8). 

Menurutnya, posisi Gubernur Jawa Timur atau menteri memang lebih berkuasa ketimbang jabatan wali kota. Meski demikian, kewenangannya mengurus wilayah perkotaan, jelas terbatas. 

Karena, masih ada jabatan wali kota atau bupati untuk wilayah sekelas kabupaten. "Bisa saja saya jadi Menteri Pendidikan. Tapi, saya pikir, jadi menteri scope-nya cuma segini (kecil). Jabatan bupati atau wali kota lebih berkuasa," kata Risma. 

Tak hanya mengusahakan kesejahteraan masyarakatnya. Menurutnya, penataan kota secara langsung juga penting. Misalnya, pembangunan infrastruktur jalan, transportasi umum gratis, dan puluhan taman yang dibangun. 

"Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang wali kota. Kalau saya jadi gubernur atau menteri, malah nggak bisa apa-apa," katanya. 

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan ITS Darmaji mengatakan, terkait pembangunan kota, sudah ada mata kuliah wawasan teknologi. Tidak secara spesifik tentang teknologi tertentu. 

Tapi lebih terjadap pengembangan lingkungan. Sehingga, akan  memberi pembelajaran bagi mahasiswa bahwa teknologi itu saling berkaitan dengan hal lain. Terutama saat diaplikasikan untuk pembangunan kota dan masyarakatnya. 

 "Jadi tidak secara khusus di Surabaya juga. Tapi, mahasiswa tetap akan diberikan tugas-tugas kuliah yang beberapa diantaranya diaplikasikan di Surabaya," kata Darmaji.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up