JawaPos Radar

Berlanjut, Polda Sita 5 Unit Bangunan Bisnis Abu Tours

19/08/2018, 22:27 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Abu Tours
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani menunjukkan sejumlah (Syahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menemukan titik terang terkait keberadaan sejumlah aset milik tersangka bos Abu Tours, Hamzah Mamba. 

Setelah melakukan penelusuran lanjutan dalam kasus penipuan, penggelapan dan pencucian uang perusahaan biro perjalanan haji dan umrah tersebut, tim penyidik menyita lima unit bangunan permanen milik tersangka. 

"Hasil pengembangan kasus Abu Tours, bangunan itu adalah aset unit bisnis yang sudah kita sita dari tersangka," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus Abu Tours di Makassar, Minggu (19/8).

Lima unit aset tersebut merupakan investasi dari tersangka. Masing-masing bangunan itu yang pertama adalah Pesantren Al Ikram yang meliputi tanah bangunan dan sertifikat. Kedua, bangunan Percetakan Alika Printing meliputi alat pencetak dan perangkat di dalamnya. 

Ketiga, bangunan yang di dalamnya berdiri media, Radio Bharata. Keempat, bangunan usaha Alabaik di dalamnya meliputi restoran mewah. Terakhir adalah bangunan, Almira Kursus Komputer dan kendaraan. "Semua lokasi masih berada di kawasan Kota Makassar," ucap Dicky. 

Penyitaan sendiri disebutkan Dicky, telah dilakukan penyidik dalam sepekan terakhir. Penyitaan itu, menambah daftar barang sitaan lain dalam kasus yang merugikan puluhan ribu jamaah. Ditaksir sitaan aset hingga saat ini berjumlah Rp 250 miliar. 

Aset itu terdiri dari bangunan, tanah, kendaraan hingga uang. Sitaan aset itu, dianggap Polda belum setara dengan kerugian yang menimpa 86 ribu jamaah yang tersebar di Indonesia, yang ditaksir mencapai Rp 1,4 triliun lebih. "Jumlah itu masih sedikit kalau dibandingkan kerugian yang dialami oleh jamaah," jelasnya. 

Dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang jamaah ini, penyidik menetapkan empat orang tersangka yakni Hamzah Mamba dan isterinya Nursyariah Mansyur, Muhammad Kasim dan Khaeruddin. 

Namun, ketiga tersangka lainya masih dalam penyidikan pihak penyidik. Berkas perkara Hamzah Mamba sendiri telah dilimpahkan oleh penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. Apabila rencana dakwaan (rendak) telah dirampungkan, tim jaksa kemudian bakal melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan untuk disidangkan. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up