Atasi Kekeringan, Khofifah Siapkan Jurus Ampuh

19/08/2018, 18:29 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa menerima Capil dari ketua DPP HKTI Jatim, Ahmad Nawardi (Moh Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa mengaku telah memiliki jurus ampuh untuk mangatasi musibah kekeringan yang terjadi di berbagai daerah di Jawa Timur. Cara tersebut yakni dengan melakukan pengeboran hingga kedalaman 2 kilometer dengan tingkat kemiringan 80 derajat.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) periode 2014-2018 ini mengaku sudah melakukan uji coba dengan teknik tersebut pada tahun 2018 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski secara topografi cukup sulit, namun teknik yang menggandeng seorang pakar tersebut terbukti berhasil.

"Saat di Kemensos, yang saya lakukan di NTT yang secara topografi bisa lebih sulit. Tetapi ada pakar dari Bandung yang waktu itu sampai dengan 2 kilometer mengambil sumber airnya, kemudian kemiringannya sampai 80 derajat," kata Khofifah usai menghadiri acara HKTI Jatim, di Surabaya, Minggu (19/8).

Selain di NTT, Khofifah juga melakukan pengeboran dengan teknik yang sama di Kabupaten Sampang. Pengeboran yang dilakukan di wilayah langganan kekeringan itu dijadwalkan akan rampung pada bulan Oktober mendatang. Khofifah optimistis cara tersebut akan berhasil, karena topografi wilayah Madura relatif lebih baik jika dibandingkan dengan NTT

"Bulan Oktober sudah bisa kita lihat hasilnya dengan jarak dan kemiringan yang hampir sama dengan NTT itu kita lakukan di Sampang," imbuhnya.

Meski demikian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu tidak menampik, bahwa pengeboran dengan teknis seperti itu akan menelan biaya yang tidak sedikit. Namun, cara tersebut diyakini akan menjadi solusi bagi wilayah-wilayah yang secara rutin mengalami kekeringan. "Tetapi memang sedikit agak mahal (biayanya)," pungkasnya.

Seperti diketahui, di Jawa Timur saat ini ada 23 Kabupaten/yang mengalami kekeringan. Dari jumlah tersebut terdapat 422 desa yang dilanda kekeringan. Namun, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengaku hanya mampu melakukan pengeboran di 233 desa. 

Sementara 199 desa lainnya, menurut Soekarwo tidak bisa dilakukan pengeboran karena tidak ada sumber air di bawah tanah. Sehingga, harus dibuatkan tandon air dengan melalui pengiriman truk tangki air.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi