JawaPos Radar

Ribut di Acara Organ Tunggal, Ketua Penyelenggara Tewas Ditusuk

19/08/2016, 10:52 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ribut di Acara Organ Tunggal, Ketua Penyelenggara Tewas Ditusuk
Ilustrasi (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com BANDARLAMPUNG - Peringatan hari Kemerdekaan RI ke-71 dengan cara menggelar acara hiburan organ tunggal di di Kemiling, Bandarlampung memakan korban.

Acara hiburan yang digelar di depan SDN 2 Pinangjaya atau di Jalan Murai I, Kelurahan Pinangjaya terpaksa dihentikan Kamis dini hari (18/8), sekitar pukul 02.30 WIB secara mendadak oleh panitia, karena ada bentrokan sejumlah massa.

Kejadian itu mengakibatkan seorang warga tewas dan belasan lainnnya luka-luka. Korban tersebut Sagap Al Jupri (35), warga Jalan Perkutut. Sementara korban luka-luka diantaranya Pelan (30), Paino (40), dan Risman (40), warga Pinangjaya.

Informasi yang dihimpun, saat organ tunggal berlangsung, Sagap Al Jupri dan kakaknya Paino berusaha membela Risman, sepupu mereka yang dikeroyok oleh sejumlah orang. Sementara penyebab dari pengeroyokan belum diketahui.

"Saat itu Jupri jadi ketua panitia. Melihat ada keributan, ia berusaha melerai. Namun dia malah ikut dikeroyok,” kata Aris, salah seorang warga di rumah duka yang dilansir dari Radar Lampung (Jawa Pos Group), Jumat (19/8).

Akibat pengeroyokan tersebut, Jupri mengalami luka tusuk di bagian belakang di bawah leher. Warga yang melihat Jupri terpapar langsung membawanya ke Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Namun nyawa Jupri tidak bisa diselamatkan.

Selain itu ada Paino yang mengalami luka di punggung. Kemudian Pelan luka di lengan kiri. Sedangkan Risman yang kali pertama dikeroyok luka di telapak tangan.

Ketua RT 01/LK 01 Pinangjaya Idah Hidayat mengaku belum mengetahui penyebab pasti keributan yang menewaskan Jupri tersebut.

”Kejadiannya sekitar jam 02.30 WIB di organ tunggal. Kalau penyebab keributan, saya belum dapat informasi pasti. Namun setelah ditusuk, dia (Jupri, Red) sempat lari sampai 200 meter dari tempat kejadian,” kata Idah.

Sementara itu, Kapolsekta Tanjungkarang Barat (TkB) Kompol Heru Adrian mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Termasuk siapa saja yang kemungkinan terlibat dalam pengeroyokan. 

”Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Sampai saat ini masih dalam penyelidikan. Untuk motif pengeroyokan tersebut belum diketahui secara pasti,” ujar Heru. (c1/ais/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up