JawaPos Radar

Pejabat Dinas Pendidikan Pangkep Di-OTT

Pungli Tunjangan Guru Terpencil

19/07/2018, 18:19 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Pejabat Dinas Pendidikan Pangkep Di-OTT
Ilustrasi: Pungli. Polisi menangkap tangan pejabat Dinas Pendidikan Pangkep. (Radar Malang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tim Sapu Bersih Polres Pangkep Pungutan Liar (Pungli) menangkap seorang kepala bidang di Dinas Pendidikan Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku berinisial H. Dia diduga terlibat Pungli terhadap para guru daerah terpencil. H ditangkap di kantornya dengan sejumlah uang yang diduga hasil Pungli, pada Selasa (17/7) sore.

Kejadian ini pun membuat heboh seisi kantor yang sudah hendak pulang. Aparat membawa sejumlah dokumen bersama H keluar dari kantor dinas. Dia lantas digelandang ke Kantor Polres Pangkep untuk diinterogasi.

Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga mengungkapkan, H diringkus dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan Pungli tunjangan guru daerah terpencil. Setelah menerima laporan masyarakat, Tim Saber Pungli pun bergerak dan menemukan praktek Pungli.

Kapolres mengakui ada sejumlah dokumen dan amplop yang disita petugas dari ruang kerja terduga yang terletak di lantai tiga kantor dinas pendidikan. Termasuk satu buah map plastik berwarna merah yang berisikan dua belas lembar fotokopi buku rekening. Adapun jumlah uang yang diduga dari Pungli ditemukan sebesar Rp 900 ribu.

Tidak sampai di situ saja, aparat kemudian bergerak lagi ke kediaman H. Di sana, polisi juga menemukan uang tunai Rp 7 juta yang diduga hasil Pungli. "Jadi total saat ini ada Rp 7,9 juta yang diamankan," paparnya sebagaimana diberitakan FAJAR (Jawa Pos Group), Kamis (19/7).

Selama sehari penuh, Polres Pangkep menelusuri asal dan aliran Pungli tersebut. Untuk saat ini, kuat dugaan uang tersebut dari pemotongan secara ilegal dari guru-guru penerima tunjangan Daerah Terpencil (Dacil). Dugaan ini diperkuat dengan catatan hasil penyetoran dengan tanda tangan H.

"Selanjutnya Unit Tipikor melakukan klarifikasi terhadap penerima tunjangan Dacil itu. Sudah ada tujuh guru yang mengaku menyetor kepada kepala bidang inisial H itu," katanya.

Dari pengakuan guru Dacil, setoran mereka bervariasi antara Rp 900.000 hingga Rp 1,5 juta per orang, per sekali pencairan. Tunjangan guru Dacil ini dicairkan setiap tiga bulan dengan besaran satu kali gaji pokok.

Kapolres memastikan akan menelusuri keterlibatan pihak lain yang menikmati aliran Pungli ini. "Ya pasti kita selidiki semua. Termasuk kepala dinasnya. Apakah ini perbuatan yang sudah berulang kali dilakukan, kita akan cek dana ini sejak kapan keluar dan polanya bagaimana," bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Pangkep, Saharuddin membenarkan adanya oknum pejabat Disdik Pangkep yang diciduk polisi. Mengenai tindakan pemerintah daerah, itu akan dilihat nanti.

"Kita serahkan semuanya ke aparat yang berwajib karena ini sudah dalam keadaan OTT. Kelanjutan dan status kepegawaiannya nanti kita lihat," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Idris Sira menjelaskan, jumlah guru Dacil saat ini lebih 80 orang. Mereka ditugaskan pulau terluar, yaitu Kecamatan Liukang Kalmas, dan Liukang Tangaya. "Program Dacil ini sudah lama di Pangkep. Bahkan pernah kuotanya sampai 500 orang. Sekarang sisa 80-an orang," terangnya.

Dia melanjutkan, tunjangan guru daerah terpencil berasal dari APBN dan disalurkan ke kas daerah. Dari kas daerah kemudian ditansfer ke rekening masing-masing guru Dacil.

"Jadi mekanisme pencairanya itu, melalui kas daerah, kemudian kita rekomendasikan terlebih dahulu sebelum dicairkan bank, kemudian ke masing-masing rekening penerima," akunya.

Besaran tunjangan guru daerah terpencil ini bergantung gaji pokok. Pencairannya dilakukan per tiga bulan. "Jadi kalau gajinya Rp 4 juta per bulan, cair sekitar Rp 12 juta. Jadi biasanya setiap guru menerima antara Rp 10 juta sampai Rp 12 juta per tiga bulan," tandasnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up