JawaPos Radar

Kebakaran Hutan dan Lahan Nyaris Renggut Nyawa Bayi

19/07/2018, 18:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kebakaran Hutan dan Lahan Nyaris Renggut Nyawa Bayi
Petugas pemadam menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Mohammad Hatta, jalur lingkar luar Kota Sampit, Rabu (18/7). (FAHRY ILHAMI SAMOSIR/RADAR SAMPIT/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menelan korban jiwa. Wina Alawiyah, 20, warga Jalan Mohammad Hatta, jalur lingkar luar Kota Sampit, hampir kehilangan buah hatinya, Ajril, 1 bulan, saat kebakaran lahan mendekati kediamannya kemarin (18/7).

Kobaran api itu diduga berasal dari sekelompok orang yang sedang membersihkan lahan tak jauh dari lokasi kejadian sejak Senin (16/7). Lahan yang dibersihkan kemudian dibakar, lalu dipadamkan sebelum ditinggalkan.

Keesokannya, Selasa (17/7), sekelompok orang itu kembali melanjutkan pembersihan lahan dengan cara serupa. Meski sudah dipadamkan, diduga api telah membakar lahan gambut. Akibatnya, ketika ditinggal, bara di lahan itu meluas dan membakar lahan. Hingga akhirnya membesar dan terus meluas sampai kemarin.

Kebakaran Hutan dan Lahan Nyaris Renggut Nyawa Bayi
Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan dan hutan (Joko Hardyono/Radar Sampit/Jawa Pos Group)

"Lahan yang dibakar itu perlahan-lahan merembet ke permukiman," ungkap Adriansyah, warga di sekitar lokasi kejadian.

Wina, yang rumahnya nyaris tinggal puing, mengaku mengetahui adanya kebakaran lahan. Namun, karena posisi api masih jauh dari kediamannya, dia merasa aman. Ternyata, api terus membesar dan mendekati rumahnya yang juga dihuni sang anak, Ajril.

"Sebenarnya, saya sudah lama memperhatikan apinya. Namun, saat itu api sempat mengarah ke tempat lain, jauh dari rumah saya. Ternyata, tak lama kemudian, api mengarah ke rumah. Saya ketakutan dan berupaya menyelamatkan anak saya," tuturnya.

Wina mengaku panik. Apalagi saat itu sang suami tidak berada di rumah. Kawasan tersebut diselimuti kabut asap pekat. Ibu muda itu langsung berlari sambil membawa sang bayi dengan melintasi jalan setapak, sekitar 300 meter menuju Jalan Mohammad Hatta.

Wina melangkahkan kakinya ke sebuah warung untuk mengamankan buah hatinya. Dia tak memikirkan lagi kondisi rumahnya dan api yang semakin mendekat. 

(mir/fin/ign/c6/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up