Buronan Perampok Sadis Jerowaru Ditembak

19/07/2018, 16:51 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Tim Jatanras Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB menggotong Amaq Itim, usai menangkapnya di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, kemarin (18/7). (Didit/Lombok Post)
Share this

JawaPos.com - Polisi akhirnya berhasil menangkap Butuk alias Amaq Itim, kemarin (18/7). Pelaku sebelumnya menjadi buronan perampokan sadis di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim). Dalam penangkapannya, Amaq Itim ditembak karena dianggap berusaha melawan petugas.

Penangkapan Itim dilakukan Tim Jatanras Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaku tertangkap saat bersembunyi di ladang tembakau, di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng).

Kanit Resmob Jatanras AKP Elyas Ericson mengatakan, Itim masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan Polres Lotim. Dia menjadi DPO usai aksi pencurian sadisnya yang menewaskan Amaq Jon, di Desa Sekaroh, akhir Mei 2017.

”Penangkapan di (desa) Bilelando, Lombok Tengah,” kata Ericson, kemarin, sebagaimana dikutip dari Lombok Post (Jawa Pos Group).

Perburuan terhadap Itim dilakukan polisi lebih dari satu tahun. Itim dikenal lihai dalam bersembunyi dan menghindari tangkapan petugas. Usai perampokan pada Mei lalu, pelaku juga diketahui kabur hingga ke Malaysia.

Polisi bersabar menunggu kepulangan pelaku. Kesabaran polisi tak sia-sia. Beberapa hari sebelum penangkapan, anggota Jatanras mendapat informasi kepulangan pelaku dari Malaysia.

Tim langsung memantau dan melakukan penyelidikan di sekitar kediaman pelaku. Seminggu melakukan pemantauan, petugas mendapat informasi keberadaan pelaku yang tengah bersembunyi di ladangnya.

Tak ingin pelaku kembali lepas, anggota Jatanras yang berjumlah sekitar delapan orang mendatangi lokasi. Benar saja, Itim terlihat berada di berugak di ladangnya. Saat didatangi anggota Jatanras, pelaku melawan dan mencoba melarikan diri.

”Pelaku mau kabur lagi. Kita kasih (tembakan) peringatan tiga kali, nggak digubris. Anggota akhirnya memberi tindakan tegas dan terukur, kena kaki kanan,” terang Ericson.

Ericson mengatakan, Itim merupakan satu dari 12 orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Desa Sekaroh, Lotim. Kawanan perampok ini menguras harta Amaq Jon, 40 tahun. Tak hanya itu, para pelaku membunuh Jon dengan cara sadis.

Aksi perampokan ini didahului dengan masuk lewat pintu kios dan langsung mengobrak-abrik seisi rumah. Saat melancarkan aksinya, para perampok menganiaya korban hingga mengakibatkan Amaq Jon meninggal dunia dengan luka sobek di bagian bawah perut.

Sementara istri korban luka di pelipis kanan kena hantaman tabung gas tiga kilogram dan langsung di bawa ke Puskesmas Jerowaru. Kejadian tersebut disaksikan dua anak korban, yakni Jon, 14, dan Putri, 9, yang mengakibatkan keduanya trauma.

Dari 12 pelaku, polisi berhasil mengamankan enam orang, termasuk Amaq Itim. Satu orang pelaku, yakni Amaq Disah, ditembak mati saat upaya penangkapan yang dilakukan Polres Lotim, November 2017.

Sementara empat pelaku lainnya, yakni Amaq Sidi, Amaq Sukri, Amaq Iwi, dan Amaq Mia, tengah menjalani hukuman di Lapas Lotim. Keempat orang ini mendapat vonis hakim dengan hukuman penjara masing-masing 12 tahun.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi