alexametrics

Risma Perintahkan Teliti Lengkap Peneleh dan Pandean

19 Mei 2019, 16:58:28 WIB

JawaPos.com – Cerita sejarah di kawasan tua Jalan Peneleh dan Jalan Pandean masih terlalu gelap untuk disingkap. Diperlukan penelitian lebih lanjut disertai kajian yang mendalam untuk menemukan jejak sejarah di kawasan cagar budaya tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memerintahkan untuk membuat cerita sejarah lengkap kawasan di Peneleh dan Pandean itu. Sebab, selama ini jalan cerita yang didasari fakta-fakta sejarah tersebut belum terklasifikasi dengan baik.

“Kalau di sini ada cerita yang terkait dengan masa lampau, bahkan mungkin sebelum kolonial, agak lebih susah. Bukan tidak bisa, rodok angel mikire (agak susah mikirnya, Red),” ujar Risma -sapaan Tri Rismaharini- setelah berkeliling di kawasan itu kemarin (18/5).

Kemarin pagi Risma melihat kondisi Langgar Dukur Kayu Lawang Seketeng. Setelah itu dia bersama rombongan dari beberapa kepala dinas pemkot melihat pula makam tumpuk dan rumah kuno milik seorang warga. Di dalam rumah tersebut ada lukisan tangan karya Bung Karno. Ada pula meja yang diduga peninggalan Bung Tomo. Desain bangunan rumahnya masih dipertahankan sesuai aslinya. Termasuk ubin lantai yang mungkin sudah tak dijual sekarang.

Wali Kota Tri Rismaharini di Kampung Pandean Gang I, Sabtu (18/5). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos).

Rombongan kemudian melihat sumur jobong di Pandean I. Sumur itu ditutupi kaca sehingga orang yang melintas bisa melihat bagian dalamnya. Kepada Risma ditunjukkan batu bata dan beberapa gerabah serta tulang belulang yang ditemukan di dalam sumur itu. Dia sempat membuka beberapa dokumen kajian tim dari Trowulan tentang sumur tersebut.

Nah, dokumen sejarah data-data dari situs-situs itu masih belum begitu lengkap. Maka perlu ada penelitian lebih lanjut untuk melihat usia batu di Langgar Dukur Kayu Lawang Seketeng atau temuan-temuan lain.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c9/end