JawaPos Radar

Unjuk Rasa Soal Hukum Cambuk Ricuh

19/04/2018, 15:22 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Hukum cambuk
Ratusan massa Gerakan Rakyat Pembela Syariat (GRPS) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (19/4). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Pembela Syariat (GRPS) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (19/4). Mereka menolak pelaksanaan hukuman cambuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan menuntut penegakkan syariat Islam secara kaffah.

Sebelum melakukan aksi, ratusan massa terlebih dahulu mengikuti apel di halaman Kantor Gubernur Aceh. Setelah itu mereka merapat ke pintu gerbang utama. Orasi tuntutan serta kecaman ditujukan kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Selain berorasi menyampaikan sejumlah tuntutan, pengunjuk rasa juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster. Isinya bentuk kekecewaan atas keluarnya Peraturan Gubernur Aceh (Pergub) Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemindahan Lokasi Hukuman Cambuk.

"Kami menganggap itu tindakan yang dipaksakan. Nafsu Irwandi sendiri tanpa didasari hukum yang jelas. Seharusnya Gubernur Aceh melibatkan semua pihak untuk mengambil keputusan," kata Koordinator Aksi Tgk Khairul Rizal.

Awalnya, unjuk rasa berlangsung tertib. Pengunjuk rasa silih berganti beorasi menyampaikan tuntutan. Namun selang beberapa saat, aksi saling dorong terjadi. Hingga berakhir ricuh.

"Tadi sempat dorong-dorongan. Bukan diamankan. Tapi kami bawa dari keramaian waktu dorong-dorongan," ujar Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto.

Kini, aksi unjuk rasa sudah selesai. Massa membubarkan diri dan meninggalkan Kantor Gubernur Aceh.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up