alexametrics

Rocky Gerung: Seharusnya Pembicara Politik Difasilitasi Negara

19 Maret 2019, 15:35:54 WIB

JawaPos.com – Pakar Filsafat dan Politik Rocky Gerung batal menghadiri acara diskusi di Pondok Pesantren (Ponpes) Yanbu’ul Ulum, Sumurgung, Tuban, Jawa Timur (Jatim). Gara-garanya ada penolakan dari PAC Anshor Tuban, Karang Taruna Tuban, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP3) dan ormas lain.

Penolakan itu memancing reaksi Rocky. Pertama, dia mengaku heran dengan situasi demokrasi di Tuban. Sebab menurutnya, siapa pun tidak boleh membatasi segala macam bentuk demokrasi.

Apalagi saat ini merupakan tahun politik. Semua pembicaraan di tahun politik harus terbuka seluas-luasnya. Pasalnya, negara memfasilitasi semua bentuk demokrasi.

“Acara dibatalkan demi apa? Harusnya apa saja boleh. Apalagi tahun politik. Seharusnya seluruh pembicaraan politik difasilitasi negara,” kata Rocky Gerung di Surabaya, Selasa (19/3).

Rocky Gerung juga menyesalkan sikap pengurus Ponpes Yanbu’ul Ulum yang ikut-ikutan menolak kehadirannya. Ia menduga ada pihak yang mendorong pengurus ponpes untuk menolak kedatangannya.

Rocky Gerung berpendapat, pesantren merupakan tempat yang cocok untuk bertukar pikiran melalui dialog atau diskusi. Harapannya, pesantren yang juga sebagai institusi pendidikan mampu memfasilitasi diskusi dengan akal sehat.

“Pesantren adalah kampus akal sehat. Karena itu saya senang kalau ke pesantren. Tapi saya ini tidak punya massa, ngapain ditakutkan. Saya (juga) bukan anggota timses,” tukas Rocky.

Sementara itu, anggota Panitia Diskusi Rahman mengaku menerima informasi soal penolakan itu pada Senin (18/3). Kemudian pihaknya, ormas, dan kepolisian sepakat untuk berdiskusi.

Hasilnya, semua pihak sepakat bahwa acara diskusi dapat berlangsung jika ada izin dari Polda Jawa Timur (Jatim). Jika tidak, panitia harus membubarkan acara diskusi yang menghadirkan Rocky Gerung.

Namun acara diskusi akhirnya tetap dibubarkan Pengurus Ponpes Yanbu’ul Ulum membatalkan acara karena takut terjadi kerusuhan. “Kepolisian bukan tidak memberikan izin. Jadi, polisi porsinya hanya mediasi saja. Tapi acara dibatalkan ponpes karena pertimbangan kamtibmas dan adanya resistensi dari ormas serta mediasi dsri ormas,” ulas Rahman saat membacakan surat pemberitahuan dari pihak ponpes.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Aryo Mahendro

Copy Editor :

Rocky Gerung: Seharusnya Pembicara Politik Difasilitasi Negara