alexametrics

Program Vokasi Industri Jadi Landasan Reformasi Pendidikan SMK

19 Maret 2019, 09:40:32 WIB

JawaPos.com – Program vokasi industri besutan Kementerian Perindustrian, yang terhubung antara sekolah dan industri, menjadi landasan reformasi pendidikan di SMK. Program tersebut membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK langsung terserap dunia kerja.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut sesuai atau link and match antara SMK dan industri.

“Program ini diadakan karena Presiden Joko Widodo sudah tahu bahwa lulusan SMK banyak yang tidak terserap lapangan pekerjaan,” kata Airlangga saat kunjungan ke Sukabumi, Jabar, Senin (18/3).

Menperin menyampaikan, program tersebut dapat dirasakan manfaatnya dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Sebab, siswa membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk menempuh pendidikan.

“Link and match ini kan baru dua tahun, prosesnya tidak bisa instan. Nanti tiga tahun ke depan baru terlihat hasilnya,” jelas Airlangga.

Kementerian Perindustrian, lanjut Airlangga, menargetkan penyediaan 1 juta tenaga kerja tersertifikasi sampai dengan tahun 2019. Hal itu dilaksanakan melalui 6 program utama.

Pertama, pendidikan vokasi berbasis kompetensi menuju dual system. Selanjutnya, pembangunan Politeknik di Kawasan Industri dan Wilayah Pusat pertumbuhan Industri (WPPI).

Ketiga, pengembangan program link and match antara SMK dengan Industri, hingga hari ini telah mencapai 2.604 SMK yang dimitrakan dengan 885 perusahaan industri dengan total perjanjian kerjasama sebanyak 4.971 perjanjian.

Kemudian, diklat dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja), pada tahun 2017 sebanyak 32.000 orang dan pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 72.000 orang.

Kelima, pembangunan infrastruktur kompetensi (SKKNI, LSP dan Sertifikasi Kompetensi). Terakhir, pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0.

Editor : Yusuf Asyari

Copy Editor :

Program Vokasi Industri Jadi Landasan Reformasi Pendidikan SMK