alexametrics

Peralihan Musim di Sulsel Diprediksi Terjadi April

19 Maret 2019, 09:42:41 WIB

JawaPos.com – Peralihan musim penghujan ke kemarau di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi terjadi April 2019. Hal itu berdasarkan tanda-tanda alam.

“Hujan pada masa peralihan lebih sering turun deras namun hanya dalam jangka pendek. Cuaca pun lebih sering berganti. Baik hujan, berawan, maupun cerah. Ciri-cirinya begitu. Beda dengan kemarin-kemarin, hujan sering turun seharian,” kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Asriani Idrus, Selasa (19/3).

Pada masa tersebut, curah hujan dan intensitasnya relatif lebih rendah dari biasanya. Seiring peralihan, intensitas hujan disebutkan sudah mulai menurun. Puncak musim hujan terjadi pada Januari dan Februari 2019.

Sedangkan musim kemarau diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus dan September 2019. “Beberapa hari ke depan sudah mulai cerah. Kalaupun ada hujan, berpotensi terjadi pada skala lokal,” ujar Asriani.

Sementara pada Selasa, cuaca di Sulsel diprakirakan lebih cenderung cerah berawan. Kondisi ini terjadi pada pagi, siang, maupun malam hari. Hujan ringan hanya berpotensi turun pada beberapa wilayah. Antara lain di Belopa Kabupaten Luwu Timur, Masamba Kabupaten Luwu Utara, Malili Luwu Timur, Kota Palopo, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21-32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 65-95 persen.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini bagi pengguna jasa transportasi laut. Meski cuca cerah, namun angin di laut masih berembus kencang. Yakni, antara 10-40 kilometer per jam.

Diperkirakan terjadi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter. Khususnya di perairan Selat Makassar bagian Selatan, perairan Barat Sulsel, perairan Kepulauan Sabalana, perairan Kepulauan Selayar, dan Laut Flores.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan

Copy Editor :

Peralihan Musim di Sulsel Diprediksi Terjadi April