alexametrics

Kebanjiran, Pemprov Gelontorkan Bibit Gratis untuk Petani Purworejo

19 Maret 2019, 18:35:50 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan asuransi dan bibit gratis bagi para petani di Kabupaten Purworejo. Pasalnya, pertanian mereka terancam gagal panen menyusul bencana banjir yang melanda pada Minggu (17/3) lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro mengatakan, seluas 1.874 hektare tanaman padi terdampak bencana banjir yang melanda sebagian kecamatan di Kabupaten Purworejo. Pihaknya sudah meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat agar melakukan pendataan.

“Banjir kemarin merendam ribuan hektare tanaman padi di 8 Kecamatan. Usia padi rata-rata di atas 75 hari setelah tanam sampai menjelang panen. Kondisinya juga bervariasi, ada padi yang hanyut karena derasnya banjir sebanyak 7,5 hektare, ada pula yang roboh sampai 2,5 hektare,” katanya, Selasa (19/3).

Untuk itu, Suryo mengatakan, pemerintah provinsi sudah mengambil sejumlah langkah sebagai solusinya. Macam menyiapkan asuransi baik asuransi yang ditanggung oleh APBD maupun APBN untuk tanaman padi yang gagal panen.

“Semua sudah kami siapkan, alokasinya sudah ada, tinggal mengajukan. Saat ini masih dilakukan pendataan dan verifikasi oleh teman-teman di Kabupaten. Nantinya para petani yang mengalami puso akan mendapat asuransi sebesar Rp 6 juta,” bebernya.

Pada dana alokasi untuk asuransi, Pemprov Jateng, sesuai penuturannya Suryo, telah mengalokasikan anggaran untuk membayar polis asuransi sumber APBD provinsi itu berjumlah 7.761 hektare. Sementara untuk polis Asuransi dari APBN, sebanyak 155 hektare.

Untuk asuransi bersumber dari APBD, seluruh polis asuransi ditanggung pemerintah. Namun, untuk yang diambil dari APBN, para petani wajib membayar Rp 36 ribu sebagai polis asuransinya.

Tak cuma itu, adapun bantuan berupa bibit gratis yang diambil baik dari cadangan benih nasional maupun bantuan benih dari pemerintah daerah. “Ini prosesnya cepat, tinggal teman-teman dari Kabupaten mendata dan mengajukan maka akan langsung turun bantuan ini,” sambungnya menegaskan.

Untuk irigasi yang rusak, pemprov bertindak dengan memberikan bantuan perbaikan. Ini diberikan di beberapa lokasi, seperti di Kecamatan Pituruh, Bayan, dan lain sebagainya. Tujuannya, tak lain agar pertanian lekas kembali berjalan normal.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak untuk penanganan tanggul yang jebol,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Kebanjiran, Pemprov Gelontorkan Bibit Gratis untuk Petani Purworejo