alexametrics

Gasak Harta Penumpang, Sopir Taksi Online Diganjar Timah Panas

19 Maret 2019, 14:01:14 WIB

JawaPos.com – Seorang sopir taksi online gadungan, NZ, 25, yang melakukan pemerasan terhadap penumpangnya diciduk kepolisian. Aksinya dilaporkan oleh korban GK, 27. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, peristiwa terjadi di kawasan Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat 15 Maret. Tak hanya menggasak uang, pelaku juga melukai korban.

“Pelaku melakukan kekerasan dengan cara menyayat wajah, paha dan tangan korban dengan pisau cutter dan mengambil barang-barang milik korban,” ucap Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/3).

Berdasarkan keterangan korban, usai latihan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, korban memesan taksi online jenis Grab untuk pulang ke rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Korban mendapat sopir Grab yang dikemudikan oleh NZ.

Perjalanan menuju bekasi melalui jalan Tol. Saat keluar jalan tol, di daerah Jatiwarna mobil tiba-tiba berhenti. Pelaku mengeluarkan cutter dan mengancam korban. Karena melawan, korban terkena sayatan dibeberapa bagian tubuhnya. 

“Akhirnya korban menyerahkan uang Rp 104 ribu, jam tangan, dan kartu ATM,” ucap Argo.

Pelaku pun juga minta korban menggambil uangnya yang ada di ATM. Korban lantas mengambil uang bersama pelaku di mesin ATM senilai Rp 4,4 juta. Setelah mengambil uang di ATM, akhirnya pelaku dan korban naik mobil lagi. Korban diantar ke Rumah Sakit Pondok Kopi, Bekasi dan ditinggal pergi. Kemudian korban melapor ke Polsek Pondok Gede.

“Dengan lidik dan kemampuan penyidik akhirnya tidak kurang dari 10 jam pelaku ditangkap di Rest Area KM 39. Di sana dia sedang istirahat,” katanya.

Karena coba kabur saat akan diciduk, lantas polisi terpaksa memberikan tindakan tegas terukur. Saat kejadian diketahui NZ berada di mobil yang dikemudikannya. 

“Maka, kita melakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kaki. Sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ujar Argo.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah KTP atas nama NZ, satu unit mobil Daihatsu Xenia warna silver dengan nomor polisi D 1147 ABA, satu buah ATM Mandiri atas nama NZ, satu buah ATM BRI atas nama NZ, uang tunai Rp 1,9 juta, satu buah pisau cutter warna merah.

Kemudian, satu buah jam tangan merk guess warna gold, satu buah handphone Samsung A7 warna hitam, satu buah handphone Vivo warna hitam, dan satu buah buku tabungan Bank BRI atas nama NZ. 

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Ancamannya, hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Editor : Erna Martiyanti


Close Ads
Gasak Harta Penumpang, Sopir Taksi Online Diganjar Timah Panas