alexametrics

Fondasi Makam Raja-Raja Mataram Ambrol

Hujan Deras Berakibat Dua Orang Hilang
19 Maret 2019, 09:35:51 WIB

JawaPos.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bantul selama kurang lebih 24 jam, mulai Minggu pagi (17/3) hingga Senin malam (18/3), berdampak longsornya kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Jogjakarta.

Tanah longsor berada di sisi barat bangunan kompleks makam. Lebar longsoran diperkirakan sekitar 50 meter persegi dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Salah satu yang terdampak adalah bakal makam Hamengkubuwono X (HB X).

Diduga, penyebab longsor adalah fondasi yang tidak mampu menahan empasan air dari bawah yang terjadi terus-menerus. Perlahan hal tersebut menggerus bukit yang di atasnya terdapat makam para raja.

Joko Nugroho, abdi dalem makam raja di Imogiri, mengungkapkan bahwa longsor itu terjadi malam hari sehingga baru diketahui kemarin pagi. Dia menjelaskan, fondasi tersebut jebol karena adanya retakan akibat gempa pada 2006. Sehingga membuat air masuk dan menjadikan ikatan di bawahnya lemah.

Dampak terparah dari longsoran itu, lanjut Joko, hanya terjadi pada bakal makam HB X. “Memang bangunan tersebut masuk kategori bangunan baru,” ucapnya.

Selain mengakibatkan sisi barat bangunan ambles, berdasar pantauan Radar Jogja (Jawa Pos Group), longsor menimbulkan retakan tanah di depan pintu makam HB IX. Selain itu, longsor yang terjadi di Imogiri menelan korban jiwa. Longsor tersebut menimpa dua rumah. Dua orang tertimbun tanah dan belum ditemukan serta seorang lagi meninggal dunia.

Ketua RT 02 Kedungbuweng Ismoyo Haryanto menyatakan, dua korban dalam pencarian itu adalah Eko Padmasari, 55, seorang pembantu rumah tangga asal Kedungbuweng, Imogiri; dan Luffi, 9. Sedangkan warga yang meninggal dunia adalah Sugiatmojo, 80. “Ini baru pertama terjadi longsor di wilayah ini. Debit air dari arus tebing terlalu besar,” ungkapnya.

Menurut Ismoyo, tanda-tanda perubahan warna air sudah kentara Minggu malam pukul 18.00. Saat itu aliran air dari tebing mulai berwarna merah. Kendati demikian, dia tak berpikir akan terjadi longsor. Namun, beberapa warga mulai menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

“Pukul 19.00 itu saya sudah pukul kentongan, mengumpulkan warga. Selang dua jam sudah longsor. Terdengar gemuruh batu berjatuhan dan pohon-pohon tumbang serta beberapa rumah tertimbun tanah,” ungkapnya.

GKR Condrokirono, putri HB X, sempat meninjau lokasi longsor. Dia pun turut berdukacita atas jatuhnya korban akibat bencana itu. Untuk tindak lanjut penanganan bangunan yang longsor, putri kedua HB X tersebut belum tahu secara pasti.

“Saya baru mendengar kabar dan membuat saya shock. Ke depannya segera mengadakan rapat koordinasi dengan pemerintah untuk penanganan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIJ Muhammad Mansyur juga mengaku tidak tahu detail penyebab longsor itu. Namun, ada dugaan, tanah di atas bangunan calon makam HB X tersebut merupakan tanah gembur. “Jadi memang mudah longsor,” ucapnya.

Guna memastikan penyebabnya, Mansyur berencana membentuk tim identifikasi. Ketika ditanya apakah akan ada pembangunan ulang, Mansyur juga belum bisa menjawab secara pasti. Sebab, menurut dia, dalam penanganan bangunan tersebut, diperlukan kehati-hatian. “Karena ini merupakan bangunan cagar budaya. Jadi, rekayasa konstruksinya akan kami identifikasi lebih lanjut,” terangnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (cr5/cr6/c9/git)



Close Ads
Fondasi Makam Raja-Raja Mataram Ambrol