alexametrics
Teror Penembakan Selandia Baru

Brenton Tarrant Diinjak-injak Massa HMI

19 Maret 2019, 19:39:11 WIB

JawaPos.com – Aksi kecaman terhadap pelaku penembaka di New Zealand tidak hanya dilakukan di Australia Centre Medan, Selasa (19/3). Massa Himpunan Mahasiswa Islam yang ikut melakukan aksi berunjuk rasa di Bundaran Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Selasa (19/3).

Massa berjumlah puluhan. Mereka juga menggelar aksi teatrikal. Kali ini giliran Brenton Tarrant, pelaju penembakan yang jadi bulan-bulanan. Seorang massa yang mengenakan topeng Brenton Tarrant diinjak-injak. Itu dilakukan sebagai bentuk kecaman.

Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut, Alwi Hasbi Silalahi mengatakan, Brenton Tarrant harusnya yang disebut sebagai teroris. Aksinya begitu brutal saat menembaki jemaah yang sedang salat.

Brenton Tarrant Diinjak-injak Massa HMI
Massa HMI berunjuk rasa mengecam teror penembakan brutal di Selandia Baru. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

“Ini begitu memancing amarah umatt Islam di seluruh dunia. Sekarang kita tahu, pelaku penembakan adalah teroris sesungguhnya,” ujar Hasbi sambil menunjuk ke arah topeng Brenton Tarrant.

Bagi HMI, tindakan itu sangat biadab. Mereka meminta pemerintah Selandia Baru, memberikan hukuman sebanding kepada para pelaku. “Walau hukuman satu jiwa nista teroris biadab ini tidak akan sepadan dengan jiwa-jiwa suci kaum muslimin yang sedang berada dirumah Allah. Namun setidaknya, hukuman ini bisa meredakan situasi demi tetap memelihara situasi aman bagi semua pihak,” ungkapnya.

Dia juga tidak sepakat jika terorisme dilekatkan pada satu agama tertentu saja. Terorisme adalah tragedi kemanusiaan. “Mereka tidak pernah pandang bulu. Semua bisa jadi pelaku dan juga korban,” ungkapnya.

Hasbi juga mendesak, agar pemerintah Indonesia juga menerbitkan nota diplomatik. Karena Indonesia adalah negeri dengan jumlah penduduk Muslim terbesar.

Pihaknya juga mengecam keras pernyataan Senator Queensland Faser Anning. Pernyataannya soal Muslim adalah penyebab teror itu sudah melukai hati umat Islam.

“Kami mendesak Faser Anning menarik ucapannya dan meminta maaf kepada uumat Muslim,” tukasnya.

Penembakan masal dua masjid di Christchurch, menjadi sejarah buruk Selandia baru sebagai negara modern. Kecaman terhadap kejadian brutal yang menewaskan puluhan orang itu datang dari berbagai negara.

Diantara para korban juga terdapat Warga Negara Indonesia. Aksi ini diduga sudah direncanakan Tarrant jauh hari.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Prayugo Utomo

Copy Editor :

Brenton Tarrant Diinjak-injak Massa HMI