alexametrics

Bermodal ‘Kartu Sakti’, Suhantoro Beberapa Kali Lolos Jeratan Hukum

19 Maret 2019, 19:10:27 WIB

JawaPos.com – Berulang kali mengaku menderita gangguan jiwa, Suhantoro, 48, pria warga asal Kaliwungu, Kabupaten Kendal ini akhirnya dibekuk jajaran Polsek Semarang Barat Polrestabes Semarang. Ia ditangkap usai serentetan tindak pidana kriminal yang dilakukannya terbukti dapat dipertanggungjawabkan.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Donny Eko Listianto melalui Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat AKP Sutarno mengatakan, Suhantoro ditangkap lantaran kepergok mencuri pada bulan Juni 2018 lalu. Sebenarnya, ia tak cuma tertangkap tangan sekali itu saja, namun saat diamankan, tersangka ini selalu berkilah.

“Dia selalu menunjukkan kartu kuning dan menderita gangguan jiwa. Saat tertangkap kemarin, langsung kami bawa ke RSJ Amino Gondohutomo untuk dilakukan observasi selama sepuluh hari,” katanya saat memberikan keterangan di Mapolsek Semarang Barat, Selasa (19/3).

Selama menunggu hasil observasi dari rumah sakit, Suhantoro tidak ditahan. Namun, sesaat hasil observasi rumah sakit keluar, Polsek Semarang Barat berkoordinasi dengan Polres Kendal guna mengamankan tersangka. Lantaran sebelum ini, tersangka juga sempat beraksi di wilayah hukum Polres Kendal.

“Dari hasil observasi, dapat disimpulkan perbuatan tersangka dapat dipertanggungjawabkan. Begitu kami tangkap langsung koordinasi dengan jaksa dan dipastikan tersangka layak diproses hukum,” sambungnya.

Tersangka sendiri, menurut Sutarno telah beraksi sekitar 15 kali di wilayah Semarang Barat, meski cuma tiga di antaranya yang melapor. Ia juga tercatat pernah beraksi di beberapa wilayah lain. “Rata-rata tiap Polsek lima sampai enam kali, tapi ya itu, tersangka selalu menunjukkan kartu kuningnya,” bebernya.

Dari puluhan aksi tersebut, tersangka Suhantoro mengaku berhasil mendapatkan berbagai barang curian. Mulai dari sepeda motor dari TKP jalan Sri Rejeki, Semarang Barat sampai uang tunai di daerah Gedung Batu, Semarang Barat, sebelum kemudian ia ditangkap kepolisian.

“Kalau dapat motor buat nampang sama cewek. Kalau dapat uang buat beli obat dan foya-foya atau pergi ke Sunan Kuning,” akunya.

Dalam melakukan aksinya, ia mengaku memilih waktu antara subuh atau siang hari. Modusnya, menyatroni rumah mangsanya bermodal untung-untungan. Namun, jika kepergok, biasanya Suhantoro reflek berkilah meminta rokok, minum, atau lari. “Sudah sering tertangkap. Sering dikeroyok orang juga,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian juncto Pasal 65 KUHP. Hukumannya paling lama lima tahun penjara.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

Bermodal 'Kartu Sakti', Suhantoro Beberapa Kali Lolos Jeratan Hukum