JawaPos Radar

Rajin Promosi, Bisnis ABG 16 Tahun Ini Berakhir Setelah Ketemu Polisi

19/03/2018, 01:23 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Mamih kecil
Meski masih berusi 16 Tahun, EM sudah sangat lihai menjalankan profesinya sebagai mamih. (prokal/jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Meski baru menginjak usia 16 tahun, namun kemampuan dan jaringan berdagang EM ini tak perlu diragukan lagi. Namun, perempuan muda ini harus berurusan dengan polisi karena barang dagangannya.

EM mengaku sudah menekuni bisnis terlarangnya selama dua tahun terkahir. EM banyak menjajakan teman sebayanya. Namun, aksi itu terkuak setelah polisi getol berselancar di dunia maya.

Aplikasi jejaring sosial Beetalk jadi sasaran aparat penegak hukum membongkar praktik prostitusi online.

“Di sana cukup banyak kami temukan,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polres Samarinda Ipda Noval Forestriawan.

Kecurigaan polisi berawal dari sebuah akun foto anak kecil yang menulis status tak biasa. “Ada penjelasan status dia bertuliskan kurang sopan,” sebut Noval.

Polisi menelusuri lebih jauh. Dan akhirnya terkuak bahwa EM adalah muncikari. EM sengaja membuat status tersebut, agar menarik pelanggan. Dia pun memajang nomor ponsel di status itu.

Polisi bergerak cepat. Aparat berseragam cokelat tersebut berusaha memancing pelaku. EM terjebak dan lantas menawarkan jasa esek-esek kepada polisi yang menyamar.

Tarif yang dipatok pelaku dari Rp 700–900 ribu sekali kencan. “Setelah sepakat, kami pancing di salah satu hotel berbintang. Di sana dia membawa seseorang perempuan,” sebut Noval.

Mengetahui EM sudah berada dalam perangkap petugas, perwira balok satu itu lantas membagi dua tim. Satu untuk mengamankan perempuan yang dibawa pelaku, satu lagi meringkus EM.

Lokasi penangkapan remaja putus sekolah tersebut dilakukan di salah satu hotel berbintang di kawasan Sungai Kunjang. “Diringkusnya tak jauh dari kediaman pelaku,” tegas Noval.

Penangkapan itu, disebut Noval, terjadi pada Senin (5/2) malam. Dia baru membeberkan ke media setelah memastikan jaringan lain yang masih kerja sama dengan EM diketahui. Rupanya, perempuan yang dibawa EM, masih sama-sama di bawah umur.

“Jaringan dia cukup banyak,” lanjut Noval. Keduanya lantas dibawa ke Polres Samarinda untuk diperiksa.

Ditemui awak media kemarin, EM mengaku semuanya karena uang. Dia yang putus sekolah butuh perbaikan ekonomi. “Enggak ada uang, Mas,” singkatnya. EM tak bicara banyak. Dia buru-buru masuk ke ruang tahanan untuk menghindar dari sorotan kamera.

(dms/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up