alexametrics

TKW Ilegal di Jordania, Berhasil Pulang Setelah Kabur ke KBRI

19 Februari 2019, 15:23:14 WIB

JawaPos.com – Diah Anggraeni akhirnya tiba dirumahnya, Jalan R E Martadinata, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (19/2). Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja secara ilegal di Amman, Jordania, selama 12 tahun itupun disambut haru keluarga.

Diah datang dengan mengenakan pakaian serba hitam bermotif leopard dipadu sepatu warnah merah. Dia dikawal tim penjemputan yang terdiri atas petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Malang, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Belum sampai di rumah, Diah sudah disambut beberapa tetangga dan kerabatnya yang sebelumnya menunggu di gang sekitar rumah. Melihat hal itu, Diah pun tak kuasa menahan tangis.

TKI Ilegal
Diah Anggraeni (baju hitam leopard) saat pulang ke kediamannya di Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Setelah sampai di rumah, ibunda Diah, Prapti Utami, 53, langsung memeluk anak pertamanya tersebut. Suasana haru tak terhindarkan. Keduanya menangis sembari berpelukan. Prapti berulang kali mencium Diah. Maklum saja, selama 12 tahun belakangan Prapti dihantui rasa khawatir karena tidak mengetahui sedikitpun informasi tentang keberadaan Diah.

Diah mengaku bahagia karena bisa kembali ke pelukan keluarganya. “Bahagia ya, terima kasih atas bantuan orang-orang yang telah membantu saya. Saya tidak bisa balas apa-apa selain mendoakan mereka. Terima kasih banyak sudah ditolong ketemu dengan keluarga,” ujar Diah.

Ibu satu anak itu menceritakan, dirinya sempat mempunyai keinginan untuk pulang selama 12 tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Namun, dia hanya mendapat janji-janji dari majikannya. “Iya, ingin pulang. Tapi majikan selalu menjanjikan. Makanya saya kabur dari majikan karena nggak menuruti kemauan saya ingin pulang,” ungkap Diah.

Anak pertama dari 9 bersaudara itu kemudian melarikan diri ke KBRI dengan harapan bisa mendapatkan pertolongan. “Alhamdulillah, di KBRI saya nggak kekurangan apapun. Semuanya dipenuhi pihak-pihak KBRI,” terangnya.

Apakah mengalami kekerasan selama 12 tahun bekerja di Jordania? Diah membantahnya. “Alhamdulillah enggak (mengalami kekerasan). Cuman kami itu kalau minta pulang selalu dijanjikan. Kalau penganiayaan itu nggak,” terangnya.

Menurut Diah, masih banyak teman-teman seperjuangannya yang mengalami nasib seperti dirinya. “Banyak. Ya, saya cuman bisa berdoa semoga teman-teman yang di sana bisa pulang juga seperti saya. Gembira melihat keluarga,” tuturnya.

Sementara soal gaji, Diah mengaku haknya tersebut telah dipenuhi majikannya. “Gaji sudah. Pihak KBRI yang menolong. Kalau nggak gitu, saya sendiri ya nggak bisa,” ujarnya.

Seperti diberitakan, salah satu TKW asal Kota Malang berinisial DA yang bekerja di Amman, Jordania, diduga mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya. Selama 12 tahun, dia tidak mendapatkan gaji. Bahkan dilarang untuk mandi. Setelah diselidiki, perempuan tersebut berangkat sebagai TKW nonprosedural alias ilegal.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Fiska Tanjung

TKW Ilegal di Jordania, Berhasil Pulang Setelah Kabur ke KBRI