alexametrics

800 Hektare Lebih Lahan Terbakar, Riau Tetapkan Status Siaga Karhutla

19 Februari 2019, 17:18:23 WIB

JawaPos.com – Provinsi Riau akhirnya menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Hal itu dilakukan, setelah lebih dari 800 hektare lahan di Riau terbakar. Status ini ditetapkan terhitung Selasa (19/2) hingga 31 Oktober 2019 mendatang.

Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan, sudah 3 daerah yang menetapkan status siaga. Di antaranya, Kabupaten Bengkalis; Kabupaten Kepulauan Meranti; dan Kota Dumai.

“Sampai Oktober akan kemarau, makanya kita antisipasi. Sudah delapan ratus hektare lebih terbakar. Ini (penetapan status) memang perlu dibuat agar lebih optimal,” kata Wan usai memimpin rapat penetapan status siaga Karhutla, Selasa (19/2) siang.

800 Hektare Lebih Lahan Terbakar, Riau Tetapkan Status Siaga Karhutla
Rapat penetapan status siaga darurat penaggulangan bencana Karhutla di Riau. Diberlakukan sejak Selasa (19/2) hingga 31 Oktober 2019 mendatang. (Istimewa)

Dengan ditetapkannya status ini, diharapkan penanganan terhadap Karhutla dapat lebih optimal lagi. “Memang tahun ini agak lebih panjang. Tadi sudah didengarkan laporan dari BMKG kalau hujan kita (di Riau) saat ini tidak ada yang lebat, hanya ringan saja. Jadi kalau terjadi kebakaran di daerah pesisir itu yang paling berdampak,” sebutnya.

Selain itu, dengan ditetapkannya status ini, maka Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) bisa memberikan bantuan berupa helikopter.

“Kepada pihak perusahaan juga saya minta untuk bisa menjaga daerahnya masing-masing. Saya percaya anda tidak akan membakar. Tapi jaga perbatasan dengan lokasi sebelah,” bebernya.

Segala upaya dilakukan untuk menekan karhutla. Terlebih lagi, pesta demokrasi akan dilangsungkan tak lama lagi. “Momentum Pilpres, justru itu hal ini untuk mengantisipasi. Peralatan akan segera sampai, anggota juga sudah di lapangan. Motto kita jaga alam dan alam jaga kita,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari BNPB, tercatat sudah 843 hektare lahan dan hutan di Provinsi Riau yang dilalap si jago merah. Sebagian besar, kebakaran terjadi di lahan gambut milik masyarakat dengan jenis tanaman semak belukar. Penyebabnya, karena disengaja untuk pembukaan lahan perkebunan dan pertanian.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi karena Riau memasuki musim kemarau.

“Sesuai pola musim, wilayah Riau memiliki dua musim kemarau. Saat ini Riau memasuki musim kemarau tahap pertama hingga pertengahan Maret. Selanjutnya musim kemarau tahap kedua selama Juni hingga Oktober,” jelas Sutopo.

Tercatat, daerah yang paling luas terjadi Karhutla adalah Kabupaten Bengkalis yaitu 627 hektare, Kabupaten Rokan Hilir ada 117 hektare, Kota Dumai ada 43,5 hektare, Kabupaten Kepulauan Meranti ada 20,2 hektare, Kota Pekanbaru ada 16 hektare, Kabupaten Kampar ada 14 hektare dan Kabupaten Siak ada 5 hektare.

“Kebakaran lahan telah menyebabkan beberapa daerah terkepung asap, meskipun intensitas, sebaran dan durasi tidak lama. Indek Standar Pencamaran Udara (ISPU) tercatat sedang hingga baik hingga Senin kemarin (18/2),” bebernya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya


Close Ads
800 Hektare Lebih Lahan Terbakar, Riau Tetapkan Status Siaga Karhutla