JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jakarta Darurat Soal Penurunan Tanah, Ini Solusi dari Pengamat

19 Januari 2019, 01:10:59 WIB
Jakarta Darurat Soal Penurunan Tanah, Ini Solusi dari Pengamat
Sejumlah Tim Peneliti UI saat melakukan pengukuran di salah satu daerah di Jakarta Utara, belum lama ini (Ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Permasalahan banjir yang ada di ibu kota hingga kini belum terselesaikan. Walaupun, pembangunan tanggul raksasa atau NCICD sudah rampung dikerjakan. Namun, ternyata masalah banjir terkait dengan penurunan tanah di Jakarta.

Pengamat Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan Jakarta berada di atas permukaan tanah yang cukup lunak sehingga secara alami tetap akan mengalami penurunan tanah secara perlahan-lahan. Masalahnya, pembangunan gedung tinggi, infrastruktur jalan dan beban kendaraan di atas (truk-truk besar), serta pemompaaan air tanah secara besar-besaran dan tidak terkendali (rumah tangga, gedung, kawasan industri) mempercepat terjadinya penurunan muka tanah tersebut.

"Untuk saat ini tidak diperlukan, tetapi Pemda DKI wajib melaksanakan PR-nya itu di atas. Kemudian, persoalan di Jakarta Utara adalah penurunan muka tanah (alami dan penyedotan air tanah) antara 8 sampai 24 sentimeter per tahun. Sementara permukaan air laut naik 2 sampai 4 per tahun," kata Nirwono, Jumat (18/1).

Dia menyarankan agar Pemprov DKI untuk segera bergerak cepat. "Sehingga jika ingin memperlambat proses penurunan muka tanah (karena secara alami tidak mungkin dihentikan) adalah menghentikan secara bertahap pengambilan air tanah (penghentian penggunaan pompa) yang berarti Pemda (PDAM) harus sanggup memenuhi seluruh kebutuhan air bersih warga (saat baru 45 persen)," tuturnya.

Sehingga, kata Nirwono, sebaiknya Dinas SDA menyediakan pasokan air dengan mengoptimalkan beberapa sungai atau embung yang ada di Jakarta. Karena, saat ini banyak sekali limbah yang ada di sungai Jakarta.

"Untuk itu Dinas SDA harus sanggup pula menyediakan pasokan air baku dari seluruh badan air di Jakarta seperti mengoptimalkan 13 sungai utama, 109 situ, danau, embung, waduk, dan laut pantai utara yang saat ini masih tercemar sampah dan limbah rumah tangga. Ini PR yang harus dibereskan Dinas SDA dan Dinas LHK DKI," pungkasnya.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Reyn Gloria

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up