JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jadi Surga Investor, Pertumbuhan Ekonomi di Batu Melejit

19 Januari 2019, 18:34:13 WIB
Jadi Surga Investor, Pertumbuhan Ekonomi di Batu Melejit
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menjadi salah satu destinasi pilihan di Jawa Timur (Jatim), membuat perekonomian di Kota Batu semakin meningkat setiap tahunnya. Pasalnya, kota bersuhu dingin ini, bisa dibilang menjadi surganya para investor.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Batu menjadi yang paling tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data Statistik Daerah Kota Batu 2018, pada 2017 lalu pertumbuhan ekonomi tercatat di angka 6.56 persen. Jumlah tersebut melebihi rata-rata di wilayah Malang Raya yang mencapai 5.57 persen.

Dia menyampaikan, Kota Batu juga masih menjadi primadona investasi dan diburu oleh para pelaku usaha wisata untuk menanamkan sahamnya. "Paling tidak itu dipertahankan. Kami yang paling tinggi, sementara di nasional 5.5 persen," ujarnya, Sabtu (19/1).

Menurutnya, ada beberapa faktor pendukung yang membuat perekonomian Kota Batu bertahan. Diantaranya, semakin banyaknya lokasi wisata yang bermunculan yang menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan juga makin meningkat.

"Dengan melihat pengunjung dan wisatawan luar biasa seperti ini, semoga bagus. Ditambah desa-desa punya banyak inovasi yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Meski demikian, tidak membuat Pemkot Batu berleha-leha. Dewanti mengaku, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan Pemkot Batu.

"Yang harus dilakukan adalah, menaikkan value hasil pertanian, seperti stroberi. Kalau hanya dijual mentah nilainya kecil. Tetapi kalau diolah jadi jus, jadi selai, itu value-nya akan naik dan bagus itu yang akan ditingkatkan," paparnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, PDRB Kota Batu terus mengalami peningkatan dalam kurun tiga tahun terakhir. Pada 2015 tercatat, PDRB Kota Batu senilai Rp 11.5 miliar; 2016 Rp 12.9 miliar; dan 2017 Rp 14.3 miliar.

Hal itu juga disusul naiknya pendapatan per kapita yang semula Rp 57.4 juta pada 2015 menjadi Rp 70.3 juta pada 2017 lalu.

Editor           : Budi Warsito
Reporter      : Fiska Tanjung

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up