alexametrics

Bawaslu Ajak Netizen Jadi Pengawas Pilkada Serentak 2018

19 Januari 2018, 05:08:00 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mengimbau kepada 35.000 pengawas di wilayahnya untuk melebarkan sayap jaringan dalam melakukan pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Salah satunya dengan menggandeng para pengguna aktif media sosial.

Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka menuturkan, langkah ini penting dilakukan guna menyaring segala berita bohong dan berbau kebencian yang ditujukan untuk menyerang maupun menguntungkan salah satu pasangan calon. 

“Siapa saja yang aktif di media sosial, kami mendorong supaya bersinergi melakukan pengawasan Pemilu. Ini penting demi menyortir artikel-artikel berita hoax,” ungkap Fajar saat diskusi bebas dengan media di Holiday Inn Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/1).

Fajar menuturkan bahwa tiap netizen nantinya bisa menyebarluaskan informasi sesungguhnya guna menangkal hoax yang terlanjur beredar di kalangan masyarakat. 

Dengan cara itu, ia berharap proses pencegahan menjadi hal nyata untuk, terutama dalam mengantisipasi pelanggaran saat kampanye Pilkada serentak. “Kita jadikan proses pemilu ini sebagai sesuatu yang bermartabat dan menjunjung tinggi nilai kedamaian,” bebernya.

Tak berhenti sampai di situ, Bawaslu juga meminta bantuan elemen masyarakat lain, termasuk media massa untuk memperketat pengawasan Pilkada.

“Sampai saat ini memang belum ada organisasi yang mendaftar sebagai pemantau pemilu. Akan tetapi, sudah ada beberapa pemantau independen yang tertarik mengawasi medsos. Sebab sejauh beberapa laporan kasus black campaign sudah ada,” tandasnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
Bawaslu Ajak Netizen Jadi Pengawas Pilkada Serentak 2018