JawaPos Radar | Iklan Jitu

Yakinkan Para Korbannya, Fery Catut Nama Petinggi Polri

18 Desember 2018, 20:35:19 WIB
Polisi Gadungan
POLISI GADUNGAN: Polisi Gadungan, Fery Syahputra Hasibuan didampingi Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Ariakta Gagah Nugraha saat gelar kasus, Selasa (18/12). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dengan mengaku sebagai Kompol, Fery Syahputra Hasibuhan, 28, berhasil menipu belasan orang yang berniat mengikuti seleksi anggota kepolisian. Selidik punya selidik, untuk memuluskan aksinya, pria yang tercatat sebagai warga Jekan Raya Kalimantan Tengah itu juga mencatut nama Wakapolri Ari Dono Sukmanto.

Dan terbukti, taktik tersebut akhirnya berhasil mengelabui korbannya dan bersedia menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah. "Untuk meyakinkan korban, tersangka ini mencatut nama petinggi Polri, pejabat Polri, dan juga pejabat pemerintah daerah. Sehingga, para korbannya percaya," terang Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Ariakta Gagah Nugraha kepada JawaPos.com, Selasa (18/12).

Dengan cara itulah, sedikitnya 19 remaja dengan rentang usia antara 18 tahun sampai dengan 21 tahun menjadi korbannya. Para orang tua korban pun bersedia membayar uang hingga ratusan juta rupiah hanya agar anaknya lolos pendidikan di kepolisian.

Ariakta mengatakan, ada dua tarif yang diberlakukan oleh tersangka. Yakni Rp 500 juta untuk pendidikan Brigadir dan Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar untuk pendidikan Akpol. Karena iming-iming bisa meloloskan ke pendidikan Polisi, akhirnya para korban bersedia membayar. "Kepada para korbannya, tersangka ini mengaku berpangkat Kompol," katanya.

Guna meyakinkan para korban, tersangka melakukan pelatihan fisik. Bahkan pelatihan ini dilakukan di dua tempat berbeda. Pertama dilakukan di kawasan Tawangmangu, Karanganyar dan yang terakhir di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo.

"Di Tawangmangu, pelatihan sudah dilakukan selama tiga minggu. Kalau yang di Solo baru tiga hari, kemudian ada Babinkamtibmas yang memergoki kegiatan dan melaporkannya," urainya.

Sementara itu, tersangka mengatakan, bahwa dirinya hanya bertugas untuk menjaga para korban dan memberikan pelatihan. "Kalau tugas saya hanya menjaga saja. Sampai sekarang yang sudah transfer totalnya Rp 900 juta," kata Fery.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up