JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kasus Penipuan Polisi Gadungan

Tergiur Janji 'Kompol Fery', Sri Setor Rp 350 Juta

18 Desember 2018, 21:20:56 WIB
Polisi Gadungan
POLISI GADUNGAN: Polisi Gadungan, Fery Syahputra Hasibuan didampingi Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Ariakta Gagah Nugraha saat gelar kasus, Selasa (18/12). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sedikitnya 19 korban remaja sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh 'kompol' Fery Syahputra Hasibuhan. Mereka juga sudah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh tersangka. Bahkan, pelatihan dilakukan secara militer layaknya akan masuk menjadi anggota Polri maupun TNI. 

Latihan pertama diadakan di kawasan Tawangmangu, Karanganyar. Latihan ini, dilakukan lebih kurang tiga minggu. Para korban ditempatkan di sebuah vila yang ada di kawasan tersebut. "Kalau pelatihannya ya pelatihan fisik, seperti push up, sit up, lari, dan lainnya," terang salah seorang korban, Wisnu kepada JawaPos.com, Selasa (18/12). 

Warga Ngawi, Jawa Timur itu sama sekali tidak menaruh curiga terhadap tersangka. Mengingat, tersangka mengaku sebagai anggota Polri dengan pangkat Kompol. Tersangka bahkan mencatut nama petinggi Polri. Hal itulah yang membuatnya semakin yakin bahwa tersangka bisa menyisipkan korban untuk mengikuti pendidikan di Polri. 

"Semua yang mengurusi orang tua, termasuk biaya yang sudah diberikan kepada tersangka juga dari orang tua. Saya tidak tahu, hanya mengikuti pelatihan saja," imbuhnya.

Wisnu mengaku mengenal tersangka dari salah seorang calo saat dirinya mendaftar untuk menjadi anggota Polri. Dari calo itulah, dirinya dikenalkan kepada tersangka yang mengaku bisa meloloskan korban untuk mengikuti pendidikan susulan. 

Tanpa rasa curiga, korban pun termakan oleh bujuk rayu tersangka. Dan akhirnya menyetujui untuk membayar biaya hingga ratusan juta rupiah. Salah seorang ibu korban, Sri Murtini, 55, warga Nglorok, Pacitan, Jawa Timur mengatakan, dirinya sudah terlanjur membayar kepada tersangka sebesar Rp 350 juta. "Katanya untuk biaya agar bisa lolos menjadi anggota Polri, awalnya minta Rp 500 juta. Tapi saya tawar," ungkapnya. 

Kecurigaan Sri mulai muncul, setelah melaporkan hal ini kepada anak keduanya yang merupakan anggota polisi. "Anak saya mengatakan bahwa masuk polisi tidak membayar, dan tidak ada rekrutmen susulan," ungkapnya.

Dari informasi tersebut akhirnya, Sri tersadar bahwa dirinya sudah menjadi korban penipuan polisi gadungan.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini