JawaPos Radar | Iklan Jitu

Masuk Lapas Sukamiskin, Zumi Zola Tempati Ruang Tahanan Bagian Utara

18 Desember 2018, 19:54:44 WIB
Masuk Lapas Sukamiskin, Zumi Zola Tempati Ruang Tahanan Bagian Utara
Zumi Zola mulai masuk Lapas Sukamiskin (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola sudah resmi menjadi warga binaan Lapas Sukmiskin, Bandung. Saat ini dirinya menjalani Administrasi Krientasi (AO) dan masa pengenalan lingkungan (mapenaling).

Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan, mapenaling dilaksanakan selama empat hingga tujuh hari sejak Zumi Zola masuk ke Lapas pada Jumat (14/12) lalu.

"Sekarang belum bisa dikunjungi dulu. Harus melakukan proses AO, kami lakukan pemeriksaan kesehatan, pemahaman regulasi, dan memberitahu peraturan kehidupan di Lapas," kata Tejo di Lapas Sukamiskin, Bandung, Selasa (18/12).

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum menempatkan Zumi bersama tahanan lain. Sebab selama mapenaling, pria yang berlatar belakang artis itu ditahan di ruang tahanan bagian utara bawah. Zumi pun dikabarkan menderita sakit diabetes.

"Kondisinya (Zumi Zola) sehat, tapi harus mendapatkan perawatan berkaitan dengan diabetes, harus disuntik insulin," kata Tejo.

Terkait hal itu, Zumi Zola mengajukan permohonan mendapat perawatan di rumah sakit. Namun, Tejo menilai penanganan kesehatan cukup dilakukan di poliklinik Lapas.

"Yang bersangkutan minta perawatan kesehatan lebih. Saya bilang, kalau di sini bisa kenapa keluar," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola menjalani sidang vonis atas kasus penerimaan gratifikasi dan pemberian suap yang menjeratnya. Majelis hakim pada Pengadilan Tipikor menyatakan Zumi Zola terbukti dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan suap kepada pimpinan DPRD Jambi.

Gratifikasi yang diterima dengan total Rp 40 miliar, USD 177,300, dan SGD 100 ribu selama menjabat sebagai gubernur. Zumi Zola juga dinyatakan memberi suap dengan total Rp 16.490.000.000 kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Uang suap diberikan Zola terkait ketok palu pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Atas dasar itulah majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yaitu 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : (ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up