JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bayar PSK dengan Upal, Pemuda Ini Ditangkap

18 Desember 2018, 22:54:23 WIB
Bayar PSK dengan Upal, Pemuda Ini Ditangkap
Pelaku saat diamankan oleh Polsek IT I Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keisengan Heryadi Eko Saputro, 27, berakhir dengan malapetaka. Pemuda pengangguran ini pun harus mendekam dienjara lantaran didapati memiliki uang palsu.

Kepada polisi, Heryadi mengaku uang palsu tersebut baru dicetak. Kemudian pelaku menggunakannya untuk membayar wanita panggilan di sebuah hotel di Palembang. Apes, usai membayar PSK, pelaku langsung ditangkap.

"Baru sekali ini Pak saya melakukannya," katanya saat ditemui di Polsek Ilir Timur (IT) 1 Palembang, Selasa (18/12).

Ia mengaku, awal mula mencetak uang karena keisengan saat bermain di warnet. Kemudian, ia pun meminta pemilik warnet untuk menscan uang pecahan Rp 100 ribu dan memintanya untuk mencetaknya kembali di kertas biasa.

Pemilik warnet pun sempat heran. Namun, dirinya beralasan jika untuk bermain-main saja. Sehingga, pemilik warnet pun menuruti permintaannya.

"Saya kemudian menggunting uang ini seperti bentuk uang asli," ujarnya.

Ia pun mengaku tidak sedikit pun berencana membelanjakan uang tersebut. Namun, ia sengaja untuk menggunakan untuk membayar wanita panggilannya.

"Saya sudah siapkan uang palsu nya dalam amplop pak untuk membayarnya," tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek IT I Palembang, Kompol Edi Rahmat membenarkan jika pihaknya telah mengamankan uang palsu senilai Rp 3.750.000 dari tangan pelaku Haryadi Eko Saputro.

Uang palsu tersebut terdiri dari cetakan Rp 100 ribu serta cetakan Rp 50 ribu. Kemudian, uang tersebut digunakan pelaku untuk membayar wanita panggilan.

Kemudian, pihaknya pun mendapatkan informasi adanya uang palsu tersebut dan langsung menangkap pelakunya. "Saat ini pemilik warnet tempat dimencetak dijadikan saksi," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku ini diancam Pasal 244 KUHP dan Pasal 36 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang rupiah yang disalah gunakan. "Ancaman hukumannya itu 15 tahun penjara," tutupnya.

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : (lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up