JawaPos Radar

Terlibat Tawuran, 32 Pelajar Diajak Safari Sel

18/12/2017, 18:30 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Tawuran Pelajar
Para pelajar menangis saat dipertemukan dengan orang tua di Mapolsek Semarang Barat, Senin (18/12). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Aparat Polsek Semarang Barat, Jawa Tengah, memiliki cara tersendiri memberikan efek jera kepada para pelajar yang terlibat tawuran. Sebanyak 32 pelajar dari enam sekolah yang sebelumnya terlibat tawuran, diajak "safari sel".

Mereka diajak melihat isi sel tahanan. Alhasil, tak sedikit dari para pelajar yang ketakutan hingga akhirnya menangis. Tak berhenti sampai di situ, para pelajar juga diharuskan menjalani hukuman hormat bendera.

"Dari forum tadi disepakati selama tiga hari ke depan akan diadakan apel wajib di polsek. Supaya kegiatan mereka lebih terkontrol pada saat sebelum dan sesudah kegiatan sekolah, sebelum dikembalikan ke keluarga," ujar Kapolsek Semarang Barat Kompol Ari Nur Cahyo di Semarang, Senin (18/12).

Tawuran pelajar
Para pelajar menjalani hukuman hormat bendera di Mapolsek Semarang Barat, Senin (18/12). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Selanjutnya, para pelajar dipertemukan dengan orang tua masing-masing. Isak tangis dari sebagian orang tua dan pelajar pun mewarnai pertemuan tersebut. Polisi turut mengundang perwakilan sekolah, muspika dan Dinas Pendidikan Kota Semarang.

"Kami melihat anak-anak tadi sudah ada penyesalan. Semoga ini menjadi yang terakhir. Kedepaannya, kami harap mereka semangat melakukan kegiatan positif," kata Cahyo.

Adapun puluhan pelajar diamankan pada Jumat (15/12) sore dan Sabtu (16/12) malam. Mereka ditangkap di lokasi berbeda. Yakni, di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Kembang Arum, Semarang Barat. Dari puluhan pelajar yang diamankan, satu di antaranya masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Dari para pelajar, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Adalah 4 buah clurit dan 9 unit gear bertali. "Ada lima anak yang masih diproses hingga saat ini. Kalau terbukti bersalah, bisa diberikan sanksi pidana," tegas Cahyo.

Sementara itu, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kota Semarang Sapto Budi Utama menuturkan, pihaknya akan turut andil dalam upaya pencegahan maraknya tawuran pelajar. Selain menekankan pendidikan karakter, setiap sekolah di Semarang juga diminta menerapkan pendidikan keluarga.

"Jadi mulai besok, kami adakan pendidikan keluarga. Teknisnya, para orang tua akan diundang oleh pihak sekolah dan setiap hari akan mengisi di kelas-kelas," tutur Sapto.

Nantinya selama di kelas, orang tua diharapkan mampu melakukan pendekatan dengan cara yang tak biasa kepada para pelajar. Seperti menceritakan pengalaman pekerjaannya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up