alexametrics

Premium Langka, Mobil Mewah Ikut Antre di SPBU

18 November 2019, 18:45:10 WIB

JawaPos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak hanya terjadi untuk jenis solar saja. Premium cukup sulit ditemukan di daerah. Di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sejumlah SPBU mengalami antrean kendaraan yang cukup panjang.

Pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), antrean panjang itu terdapat di SPBU Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Para pengendara roda empat rela antre hingga satu jam. Mereka pun tidak mau beralih mengisi BBM non-subsidi. Alasan tidak mau beralih, mencari BBM yang murah.

Can, 60, salah seorang warga mengaku mengantre hampir 20 menit untuk bisa mengisi BBM untuk mobilnya di SPBU Jalan Khatib Sulaiman. Can bersikukuh mendapatkan premium. Dia mengklaim kendraaannya tidak cocok menggunakan BBM non-subsidi seperti pertalite atau pertamax.

Fendi, 42, warga lainnya yang ikut mengantre mengaku hanya menunggu 10 menit “Karena butuh mau gimana lagi kan. Tidak mau beralih ke BBM non-subsidi karena selisih harganya sangat jauh. Kendaraan saya ini untuk travel Padang-Lubukbasung. Makanya, saya tetap mengisi premium,” katanya.

Warga lainnya, Antoni, 31, mengaku antre 30 menit untuk bisa mengisi BBM subsidi jenis premium. “Kendaraan saya cocoknya menggunakan premium, lalu harganya pun murah dibanding pretalite. Saya sudah mengantre sekitar 30 menit dan tidak mau beralih ke pertalite,” katanya.

Sementara itu, Staf Operasional SPBU di Jalan Khatib Sulaiman, Emrizal, 48, mengaku memang masih terjadi antrean di SPBU. Namun, sejak 13 November lalu antrean kendaraan yang ingin mengisi solar dan premium sudah mulai lancar.

“Sejak tanggal 13 November lalu sampai sekarang sudah ditambah kuota dari pihak Pertamina. Setiap hari sudah dikasih rata-rata 1 tangki kapasitas 16.000 liter per hari, solar dan premium. Kalau pertalite dan pertamax tergantung permintaan SPBU karena BBM non-subsidi,” ungkapnya.

Dia mengklaim, dengan adanya penambahan kuota itu, stok BBM subsidi di SPBU Jalan Khatib Sulaiman sudah mencukupi dibanding sebelumnya. Dia menambahkan, saat ini justru terjadi antrean BBM jenis premium. “Kalau stok premium saat ini mencukupi. Namun, ya mau gimana lagi, banyak mobil mewah juga ngisi bbm bersubsidi yang sebenarnya tidak boleh. Kami pun tidak bisa melarang. Mereka lebih cenderung mengisi bbm subsidi dan tidak mau beralih ke bbm non-subsidi, mau gimana lagi kan,” tukas Emrizal.

Untuk mengatasi itu, pihaknya membatasi pengisian bbm subsidi premium dan solar maksimal Rp 250 ribu atau sekitar 33 liter per unit kendaraan.

Sementara, Handri selaku Asisten Pengawas SPBU Jati mengatakan, premium yang masuk ke SPBU Jati sebanyak 1 tangki kapasitas 16.000 liter per hari. “Untuk premium ini memang dijatah 1 tangki per hari sejak September lalu. Kebutuhan sebenarnya dua tangki per hari. Kalau solar sudah lancar dan memang ada penambahan kuota sejak beberapa hari belakangan,” ujarnya.

“Memang antrean panjang masih terjadi karena pengendara mau ngisi kendaraannya pakai premium. Lalu mereka pun tidak mau beralih mengisi bbm non-subsidi meski mobilnya bisa dibilang mewah-mewah. Tidak mungkin kami larang. Namun, baru-baru ini kami membatasi pengisian premium maksimal Rp 250 ribu per kendaraan guna menghindari pelansir atau penyimpangan,” imbuh Handri.

Terpisah, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, permasalahan BBM yang beberapa minggu terakhir sempat terganggu terutama untuk BBM jenis solar, sudah didapatkan solusinya ketika pihak Pertamina memberikan tambahan kuota dari jumlah sebelumnya.

Sementara untuk BBM jenis premium, dia mengaku sejauh ini dari informasi yang dia dapatkan tidak ada pengurangan dari Pertamina. “Dalam pertemuan dengan pihak Pertamina pun, BBM jenis premium tidak ada permasalahan. Jadi, untuk informasi lebih lanjutnya terkait premium ini, langsung saja tanya ke pihak Pertamina,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads