JawaPos Radar | Iklan Jitu

Politisi Enggan Dikaitkan dengan Ahok, Pengamat: Ada Kalkulasi Politik

18 November 2018, 06:50:59 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Politisi Enggan Dikaitkan dengan Ahok, Pengamat: Ada Kalkulasi Politik
Ilustrasi: Politisi enggan dikaitkan dengan Ahok (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kerap disapa Ahok saat ini masih menjalani hukumannya di Mako Brimob, Depok atas kasus penistaan agama. Kendati demikian, banyak yang menduga Ahok akan kembali masuk dalam pusaran politik, usai menjalani masa hukumannya.

Namun, faktanya banyak para politisi terkesan enggan menerima Ahok kembali dalam dunia politik atau partai masing-masing. Salah satu yang terbaru adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diterpa hoax mereview film A Called Man Ahok yang tersebar melalui aplikasi Whatsapp.

Tidak lama kemudian, lewat akun Instagram pribadinya pria yang kerap disapa Kang Emil tersebut mengklarifikasi pesan itu bukan dari dirinya. Dia juga mengaku hingga saat ini belum menonton film yang diperankan oleh Daniel Mananta itu.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Dr Emrus Sihombing melihat hal tersebut karena adanya kalkulasi dalam dunia politik.

"Pandangan saya untuk semua aktor politik tak terkecuali Ridwan Kamil, ada faktor menguntungkan atau tidak menguntungkan, politik itu tidak ada musuh sejati dan musuh sejati yang ada adalah kepentingan," ungkapnya pada JawaPos.com, Sabtu (17/11).

Emrus melihat sifat politik itu cenderung dapat mudah berubah haluan. Semua aktor politik dipaksa untuk mengerti alur kepentingan partai masing-masing, baru bisa mengambil keputusan atau kebijakan.

"Aktor politik sebenarnya para pemain yang mengkalkulasi politik dari setiap ucapannya, kebijakannya, dan perilakunya. Makanya siapapun aktornya, kepentingan politik yang dikedepankan," terangnya.

Contoh lain adalah kabar Ahok yang ingin mendukung kubu Joko Widodo dan Maaruf Amin di Pilpres 2019, yang ditanggapi sinis oleh Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Dia menyatakan nama Ahok tidak masuk dalam daftar tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Melihat hal tersebut, Emrus meminta agar masyarakat dapat lebih skeptis atau tidak mudah percaya atas tingkah politisi di atas panggung. Pasalnya, figur Ahok pun saat ini bisa menjadi mainan politik.

"Makanya, masyarakat kita harus skeptis melihat tingkah para politisi ini bisa saja mereka bersahabat di belakang layarnya. Skeptis lah," tandasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up