JawaPos Radar | Iklan Jitu

Warga Terpaksa Mengungsi

Pak Anies, Tolong! Puluhan Rumah di Jalan Raya Lodan Hampir Ambruk

18 November 2018, 23:35:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pak Anies, Tolong! Puluhan Rumah di Jalan Raya Lodan Hampir Ambruk
Warga terpaksa mengungsi karena takut rumahnya ambruk (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Puluhan rumah di Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara nyaris ambruk. Hal itu akibat dari pengerukan kali yang dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara, Jumat (16/11).

Puluhan bangunan berupa rumah tersebut hampir ambruk dan hampir merangsak masuk ke dalam kali dikarenakan fondasi bangunan juga kosong.

Menurut salah seorang warga setempat, Juarsih, 48, mengatakan, amblasnya bangunan dikarenakan alat berat backhoe yang digunakan pihak Sudin SDA Jakarta Utara untuk merobohkan pohon di bantaran kali anak Ciliwung itu.

Pak Anies, Tolong! Puluhan Rumah di Jalan Raya Lodan Hampir Ambruk
Warga yang mengungsi karena takut rumahnya roboh (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)

"Itu karena alat berat dari SDA yang ngerobohin pohon asem yang ada di pinggiran kali. Pas pohon kecabut, itu tanah sama akarnya kan ikut semua. Jadi ambrul tuh," ungkap Juarsih pada JawaPos.com Minggu (18/11)

Bukan hanya pohon, Juarsih juga menuturkan, pihak Sudin SDA Jakarta Utara juga mengeruk untuk mengambil sebuah bongkahan besi berukuran besar. "Bukan cuma keruk itu aja, mereka juga ambil harta karun di situ. Kayaknya itu mesin kapal zaman dahulu yang terpendam di situ," tuturnya.

Sementara Rosma Eli, 53, salah seorang penghuni rumah yang tinggal sementara di pengungsian di sekitaran Jalan Lodan Raya, dekat dengan lokasi rumahnya yang hampir ambruk karena longsor itu mengatakan hal serupa.

"(Hampir ambruk) Gara-gara tadinya ada pohon tumbang (akibat backhoe). Setelah pohon tumbang karena keseringan dikeruk jadinya amblas," jelas Rosma Eli di pengungsian.

Sukarna 47, juga ikut mengungsi, karena rumah yang dihuninya juga ikut terkena dampak dari pengerukan kali tersebut. Dirinya mengaku, sejak rumah yang dihuninya itu hampir roboh, belum ada pihak dari Sudin SDA Jakarta Utara yang memberikan perhatian terhadapnya. "Belum, belum ada kabar sampai ke situ," ucapnya.

Dari kejadian itu Sukarna dan beberapa pengungsi lainnya berharap agar diperhatikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menangani hal tersebut.

"Pak Anies, tolong kami. Kami sampai mengungsi begini karena takut rumah kami ambruk," pungkas dia.

Sementara itu, Lurah Ancol, Sumpeno mengklaim hanya tiga rumah warga di RT 001/008 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, ambruk, Minggu (18/11). Penyebab ambruknya rumah akibat turap Anak Kali Ciliwung ambles.

"Kejadian amblesnya turap Anak Kali Ciliwung itu semalam, Sabtu (17/11). Sebenarnya amblesnya ini susulan, sudah dua kali. Alhasil, tiga rumah warga di RT 001/008 di Kelurahan Ancol, ambruk. Tidak ada korban jiwa," ungkap Lurah Ancol, Sumpeno.

Menurut Sumpeno, tiga rumah yang ambruk di RW 008 itu dihuni oleh 6 kepala keluarga (KK) atau 21 jiwa. Sehingga, 21 jiwa tersebut sudah mengungsi di tenda darurat, tepatnya di areal perikanan Pelabuhan Sunda Kelapa.

"Ketiga rumah itu masing-masing dihuni cukup banyak KK. Ditotal ada 21 jiwa. Semuanya kini telah mengungsi dekat pintu Pelabuhan Sunda Kelapa," ujarnya.

Amblesnya turap akibat longsor ini, dikatakan Sumpeno, tengah dilakukan perbaikan. Ia pun tidak tahu pasti kapan rampungnya perbaikan turap tersebut.

"Turapnya sekarang lagi diperbaiki saat ini, ya," singkatnya.

(ce1/dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up