JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pembunuhan Sopir Taksi Online

Kesedihan Sang Ayah Lihat Sofyan Tinggal Tulang Belulang

18 November 2018, 10:41:14 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kesedihan Sang Ayah Lihat Sofyan Tinggal Tulang Belulang
Kgs Roni, 73, ayah dari Sofyan, 43, sopir taksi online yang menjadi korban pembunuhan disertai perampokan (Alwi Alim/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kesedihan mendalam tidak dapat ditutupi bagi sang ayah saat melihat anaknya ditemukan tinggal tulang belulang. Meski tersamarkan oleh kacamata, tetesan air mata dari sang ayah terlihat jelas hingga diusap dengan selembar tisu.

Beberapa kali pun sang ayah ini menyebut "Yan, yan," saat memanggil cucunya yang merupakan anak dari Sofyan. Hingga, sang istri, Norma, 65, ibu dari Sofyan mengingatkan sang ayah jika anaknya tersebut sudah tidak ada.

"Yah, itu bukan Sofyan itu cucunya," cetus Norma. Air mata sang ayah pun kembali 'tumpah' di hadapan keluarga besarnya.

Begitulah yang dirasakan, Kgs Roni, 73, ayah dari Sofyan, 43, sopir taksi online yang menjadi korban perampokan disertai pembunuhan. Sofyan ditemukan polisi dengan kondisi tinggal tulang belulang setelah sempat hilang selama dua pekan.

Diceritakan Roni, anaknya tersebut baru menjadi sopir taksi online sekitar satu tahun. Semula, anaknya tersebut berjualan pempek di Jalan Swadaya, bernama Pempek Mancek.

"Usaha pempek ini sudah dilakukan turun-temurun sejak 50 tahun yang lalu," katanya saat ditemui usai pemakaman Sofyan.

Ia menjelaskan, Sofyan merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Profesinya sebagai sopir taksi online hanya untuk mencari tambahan menghidupi empat anaknya yang masih kecil.

Saat hilang, dirinya sempat bermimpi jika anaknya tersebut sempat pulang ke rumah, bahkan duduk santai di depan rumahnya.
Ia pun mencoba mendekatinya untuk diajak berbicara.

Namun, tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Sofyan dalam mimpinya tersebut. "Yan, ke mana saja kamu? Tapi dia (Sofyan) tidak menjawab," terangnya.

Mimpi kehadiran putranya tersebut terjadi pada tepat 10 hari Sofyan dinyatakan hilang. Hingga, kemudian sekitar empat hari sang anak ditemukan oleh polisi dalam kondisi tulang belulang.

"Mungkin ini cobaan untuk kami, dan harus ikhlas menerimanya. Anak Sofyan juga sudah tahu semua jika ayahnya sudah tidak ada lagi," tutupnya dengan tegar.

Sementara itu, anak korban, Rafli, 15, mengaku sedih. Namun, harus kuat karena ini merupakan cobaan dari Allah SWT dan harus dijalani dengan tabah dan sabar.

"Saya harap pak polisi memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku sesuai perbuatannya," singkat pelajar SMP kelas IX itu.

(ce1/lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up