JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ditembak Bius 2 Kali, Evakuasi Harimau yang Ngumpet di Kolong Ruko

18 November 2018, 12:55:44 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Ditembak Bius 2 Kali, Evakuasi Harimau yang Ngumpet di Kolong Ruko
Harimau yang terjebak di permukiman warga di Desa Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. (POLRES PULAU BURUNG RIAU)
Share this

JawaPos.com - Seekor harimau sumatera yang selama beberapa hari terjebak di permukiman warga di Desa Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berhasil dievakuasi kemarin (17/11). Upaya itu dilakukan tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasubbaghumas AKP Syafri Joni yang mewakili Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra menjelaskan, evakuasi harimau dewasa itu dilakukan dengan menembakkan obat bius.

Setelah tertidur, barulah harimau tersebut dimasukkan ke kerangkeng besi. "Saat ini harimau itu sudah dibawa ke BBKSDA Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat," terang Syafri Joni seperti dilansir harian Riau Pos.

Harimau tersebut muncul kali pertama Rabu lalu (14/11). Saat itu harimau tersebut berkeliaran di area sekitar Pasar Pulau Burung. Warga yang takut akhirnya melaporkan harimau itu kepada Tim Quick Response BBKSDA sekitar pukul 10.00. Harimau tersebut diduga berasal dari lahan semak belukar seluas 4 hektare yang tidak jauh dari pasar di Kecamatan Pulau Bu­rung. Lahan seluas itu diduga tidak cukup lagi untuk harimau yang punya daya jelajah tinggi tersebut. Apalagi, sumber makanan di kawasan itu semakin berkurang. Karena itu, harimau tersebut keluar dari persembunyiannya untuk mencari makanan. Hal itu klop dengan laporan beberapa warga yang kehilangan ternak.

Proses evakuasi satwa tersebut tidak mudah. Ada dua tim rescue dari BBKSDA Riau yang turun tangan. Satu tim berasal dari Rengat, Kabupaten Inhil. Satu tim lagi didatangkan dari Pekanbaru.

Setelah tiba di lokasi, tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I Mulyo Hutomo menyusun strategi bersama BPBD, Polsek Pulau Burung, koramil, dan aparat kecamatan. Selain itu, dilakukan pemetaan terhadap empat ruko di sekitar hewan buas tersebut. Di antara gang ruko-ruko itulah sang harimau terjebak.

Namun, saat tim hendak bergerak, harimau tersebut bisa keluar dari gang ruko. Dia lalu bersembunyi di kolong sebuah ruko. Tinggi kolong ruko sekitar 75 sentimeter.

Dengan sangat hati-hati, para anggota tim berusaha mencari persembunyian harimau itu. Akhirnya, sekitar pukul 13.00 lokasi si belang diketahui. Harimau itu terlihat dari celah pipa lubang pembuangan kamar mandi di dalam ruko. Sebelum buruannya kabur lagi, tim penembak bius membidik harimau itu. Dor! Satu peluru bius menancap di tubuh harimau. Bius pertama itu memiliki dosis yang membuat harimau tertidur selama dua jam.

Kendati harimau bisa dilumpuhkan, proses evakuasi tetap tidak mudah. Sebab, harimau masih di bawah kolong ruko. Namun, kolong yang sempit dan banyaknya tiang fondasi ruko membuat tim kesulitan. Hing­ga satu jam kemudian proses evakuasi belum berhasil. Yang mengejutkan, satu jam berikutnya harimau itu bangun. Efek bius hilang. Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, proses evakuasi dihentikan.

Keesokan harinya, Jumat (16/11), proses evakuasi dilanjutkan. Dinding yang menghalangi tembakan dan jalur evakuasi dibongkar. Setelah beres, tim penembak beraksi. Peluru bius kembali membuat harimau tersebut roboh. Saat itulah proses evakuasi dilakukan.

(rir/c11/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up