JawaPos Radar | Iklan Jitu

4 Jenazah Korban 'Adu Banteng' Sudah Dijemput Keluarga

18 November 2018, 20:59:13 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kecelakaan Maut
RINGSEK: Mobil Toyota Innova hancur setelah adu banteng dengan truk tangki CPO di depan toko Garuda Mas, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (18/11) sekitar pukul 02.00 WIB. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kecelakaan maut yang terjadi antara truk tangki pengangkut CPO atau minyak kelapa sawit dengan mobil Toyota Kijang Innova di Bengkalis Riau, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, Minggu (18/11). Para korban jiwa itu merupakan sopir dan 3 penumpang mobil Kijang.

Adapun keempat korban diketahui bernama Ahyar Daulay, 35. Ia merupakan sopir mobil Kijang. Mobil bernopol BM 1167 PC tersebut merupakan angkutan travel. Saat itu, ia membawa 4 orang penumpang.

Ahyar sendiri diketahui merupakan warga Jalan Dusun I Sukajadi, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir. Sementara itu, tiga orang penumpang lain yang meninggal dunia berasal dari Provinsi Sumatera Utara.

Diantaranya, Ludisa Tafonao, 58, warga Jalan Anggrek, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunung Sitoli. Kemudian Helena Boru Nababan, 47, warga Jalan Dusun I, Kelurahan Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Deli Serdang dan terakhir seorang laki-laki bernama Mangabas Manalu, 58, satu tempat tinggal dengan Helena.

Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto mengatakan, para korban yang sempat dirawat di rumah sakit terdekat sudah dijemput oleh keluarganya. "Sudah (jasad korban meninggal dunia dijemput oleh keluarganya)," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/11) malam.

Sedangkan satu orang penumpang mobil Kijang yang berhasil selamat dari kecelakaan maut itu adalah Zoharman Ndruru, 28, warga Jalan Arjuna II Kavling 278, Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi. "Dia hanya mengalami luka ringan," sebutnya.

Sementara itu, sopir yang membawa truk tangki CPO bernopol BM 8187 RY, hingga kini masih dalam proses pengejaran polisi. ""Jadi tadi pas saya cek dia belum ditangkap. Sopir truknya kabur. Belum, belum ada tersangka," ujarnya.

Untuk diketahui, kecelakaan maut ini bermula ketika truk bernopol BM 8187 RY yang dikemudikan GS datang dari arah Kota Dumai menuju Duri dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi, truk tangki inipun hendak menyalip truk yang berada di depannya.

"Saat itu kondisi jalan sedikit menikung ke kanan. Truk tangki ini hendak mendahului truk di depannya, tetapi dari arah berlawanan datang mobil travel ini," sebutnya.

Karena jaraknya yang sangat dekat, mobil Innova nopol BM 1167 PC itu pun tak dapat menghindar. Akibatnya kecelakaan tak bisa terelakkan. Akibat adu banteng itu, sopir travel dan 3 orang penumpangnya meninggal dunia.

Atas insiden ini, selain menimbulkan korban jiwa, kedua kendaraan mengalami rusak parah. Diperkirakan kerugian materil mencapai Rp 200 juta.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up