alexametrics

Pemkab Pamekasan Anggarkan Rp 3,5 Miliar untuk Antisipasi Bencana Alam

18 Oktober 2020, 07:02:30 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk mengantisipasi bencana alam. Di antaranya untuk bencana kekeringan, kebakaran, banjir dan tanah longsor, serta berbagai jenis bencana lainnya.

”Anggaran untuk penanganan bencana alam ini, masuk dalam anggaran tak terduga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Ibnu Hajar seperti dilansir dari Antara di Pamekasan.

Jenis bencana alam yang saat ini sedang ditangani BPBD Pemkab Pamekasan adalah kekeringan. Di Kabupaten Pamekasan bencana kekeringan melanda 311 dusun di 77 desa. Setiap hari BPBD Pemkab Pamekasan mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih tersebut.

”Khusus bencana kekeringan seperti ini, tidak bisa diprediksi akan berlangsung berapa lama dan menghabiskan anggaran berapa. Sebab, sangat ditentukan cuaca alam,” ujar Ibnu Hajar.

Hanya saja, sambung dia, apabila mengacu kepada tahun sebelumnya, anggaran yang dihabiskan untuk mengatas bencana kekeringan di Pamekasan mencapai Rp 1,9 miliar khusus untuk distribusi bantuan air bersih saja.

Dia menuturkan, pada 2019, jumlah dusun yang dilanda kekeringan sebanyak 325 dusun di 82 desa, sedangkan saat ini hanya di 311 dusun di 77 desa. ”Jika mengacu kepada jumlah dusun dan desa yang dilanda kekeringan, kemungkinan anggaran untuk dibutuhkan untuk mengatasi kekeringan tahun ini akan lebih sedikit,” terang Ibnu Hajar.

Ibnu Hajar menjelaskan, berkurangnya jumlah desa dan dusun yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada kemarau kali ini, karena sebagian desa telah melakukan pengeboran sumber air bawah tanah. ”Ada 43 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Pamekasan ini melakukan pengeboran sumber air bawah tanah, sehingga yang semula mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, saat ini tidak terjadi lagi,” ujar Ibnu Hajar.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads