alexametrics

Ribut Peluru Nyasar, Keberadaan Lapangan Tembak dekat DPR Perlu Dikaji

18 Oktober 2018, 16:53:04 WIB

JawaPos.com – Kasus peluru nyasar di Gedung DPR mendapatkan sorotan banyak pihak. Keberadaan lapangan tembak yang berada di dekat Gedung DPR tersebut dinilai patut dipertimbangkan, agar tidak membahayakan wakil rakyat, yang seharusnya dilindungi.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Irjen Arif Sulistyanto saat di Gedung Sarana Vidi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kamis (18/10).

“Sekarang bagaimana agar keberadaan lapangan tembak itu tidak membahayakan pihak lain, ini kan dekat dengan gedung DPR. Ini menjadi pemikiran pengambil kebijakan. Perlu ada suatu pengkajian,” katanya.

Tersangka Peluru Nyasar
Latihan menembak di lapangan Senayan, Jakarta Pusat oleh dua orang berinisial IAW, 32, dan RMY, 31, berujung kasus hukum. Keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Dari hasil analisis sampai saat ini, jarak antara pagar terakhir tempat latihan menembak dengan tembok gedung DPR hanya 297 meter. Sedangkan jarak jangkauan tembakan itu sampai 2.300 meter. “Tapi jarak efektifnya tidak sampai 2.300 meter,” katanya.

Mereka yang melakukan tembakan hingga pelurunya sampai ke gedung DPR itu saat ini sudah diproses di Polda Metro Jaya. Serta sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. “Mereka sedang melakukan latihan menembak (ketika proyektil itu nyasar di DPR),” katanya.

Ia juga menyebut proyektil menyasar di 4 lokasi, yaitu di lantai 10, 20, dan kemarin dalam penyelidikan ada tambahan 2 ruangan. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap proyektil itu dan jaraknya.

“Kelihatannya semuanya identik dengan senjata yang kemarin diperiksa dan kelihatannya bersumber dari senjata yang sama. Artinya bahwa ditembak oleh orang yang sama, senjata yang sama, tempat yang sama,” ucapnya.

Tambahan 2 ruangan itu, dijelaskanya kenapa baru 2 hari setelah kejadian terungkapnya. Sebab, pemilik dari ruangan tersebut ketika peristiwa itu sedang tugas di luar negeri. “Sehingga baru diketahui ketika dia masuk, tahu ada kacanya yang pecah dan ternyata masih ada proyektil yang ditemukan.  Sudah diperiksa labfor,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ribut Peluru Nyasar, Keberadaan Lapangan Tembak dekat DPR Perlu Dikaji