JawaPos Radar

Kondisi Bocah Pengungsi Gempa Palu yang Diperkosa Berangsur Membaik

18/10/2018, 18:39 WIB | Editor: Dida Tenola
P2TP2A Makassar Pemerkosaan Pengungsi Gempa Palu
Ketua TRC P2TP2A Makassar Makmur. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com– Kondisi psikologis SH, 7, berangsur membaik. Bocah pengungsi gempa Palu yang menjadi korban pemerkosaan itu, kini dirawat di rumah Aman Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) P2TP2A Makassar Makmur menjelaskan, membaiknya kondisi SH itu ditandai dengan keaktifan dirinya saat bermain. SH juga tak canggung bercengkrama dengan sejumlah anak-anak lain di dalam rumah Aman.

"Sudah agak mulai ada perubahan. Dia sudah main-main sama temannya, mulai ceria lah, Dia terus didampingi pembibing,” jelas Makmur ditemui JawaPos.com, Kamis (18/10). 

Pasca kejadian memilukan itu, Selasa (16/10), malam harinya korban langsung di amankan di rumah Aman, P2TP2A oleh TRC. Sebelum ke sana, SH sudah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan, khususnya visum. 

Awalnya SH merasa cemas dan trauma. Namun setelah diberikan pemahaman oleh tim psikolog pendamping, korban perlahan mulai tenang.  

Metode pendampingan yang dilakukan beragam. Mulai dari menyediakan sarana bermain, hingga pendamping psikologi khusus yang setiap saat memberikan arahan-arahan, kepada SH.

"Kami memang kan dari awal ada psikolog yang jadi penamping khusus. Psikolog mengarahkan setiap saat, tidak pernah lepas. Berusaha memenuhi apa yang dimau anak ini. Alhamdulillah dua hari ini, ada perubahan. Saya tinggalkan tadi, dia masih main-main terus sama temannya," cerita Makmur. 

Metode itu juga diterapkan bagi anak-anak lain yang dititipkan di rumah Aman P2TP2A. Bagi anak-anak, disediakan sejumlah tenaga terampil sebagai pendamping. Begitu pula dengan ketersediaan kebutuhan makanan.

"Khusus untuk korban, apa lagi perempuan kan kita tahu psikologinya seperti apa. Kita langsung dekatkan dia dengan anak-anak yang lain. Kemudian, kita sediakan kamar yang khusus untuk dia, kamar tidur di dalammya segala macam gambar-gambar tempat tidurnya juga. Makan, cemilan-cemilan. Intinya bagaimana membuat anak-anak kita ini nyaman," tambahnya.

Makmur melanjutkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan orang tua korban. Perkembangannya selanjutnya akan disampaikan setelah bertemu dengan orang tua SH. "Nanti kalau sudah ada perkembangan ketemu sama orang tuanya, akan kami sampaikan lagi," pungkasnya. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up