alexametrics
Penembakan di Gedung DPR RI

Diduga Ada enam Peluru Nyasar, Satu Proyektil Belum Ditemukan

18 Oktober 2018, 14:28:38 WIB

JawaPos.com – Tim gabungan kepolisian masih mendalami kasus peluru nyasar di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Hasil penyelidikan tim gabungan Inafis, Puslabfor dan Ditkrimum Polda Metro Jaya menemukan enam lubang bekas tembakan akibat peluru nyasar. Namun baru ada lima proyektil yang ditemukan. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengakatan, lubang tembak yang terbaru ditemukan di ruangan 617 milik anggota Fraksi PDIP, Effendi Simbolon. Polisi masih melakukan penyisiran Gedung DPR RI dibantu dengan sebuah alat drone.

“Tadi pagi pukul 08.30 WIB melakukan penyisiran. Dari pantauan kamera drone dari luar gedung, ditemukan lobang di kaca gedung. Proyektil ditemukan di sela-sela papan, tepat di bawah titik lubang,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/10).

Dari hasil penyidikan itu, Polda Metro akan mengirimkan hasilnya ke Puslabfor Mabes Polri untuk mengetahui tentang keidentikan proyektil dengan peluru yang digunakan tersangka IAW dan RMY.

“Sampai hari ini Labfor sedang bekerja. Untuk semuanya sudah ada 6 lubang ditemukan, sementara proyektil ada lima yang ditemukan. Satu proyektil masih dicari,” kata Argo.

Sejauh ini, kata dia, baru dua peluru yang sudah dilakukan uji balistik oleh tim Puslabfor Mabes Polri. Untuk tiga berikutnya masih menunggu instruksi dari penyidik.

Argo menambahkan dari 290 peluru yang dilepaskan kedua tersangka IAW dan RMY, baru enam yang diketahui menyasar ke gedung DPR RI. Diketahui, kedua pelaku tersebut belum memiliki izin resmi menggunakan senjata api dan belum tercatat sebagai anggota Perbakin.

“Kedua pelaku mengaku membeli peluru sembilan dus, satu dus berisi 50 butir. Akan didalami lagi peluru-peluru itu apakah ada yang masih menyasar atau tidak,” ujarnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (wiw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Diduga Ada enam Peluru Nyasar, Satu Proyektil Belum Ditemukan