alexametrics

Trauma Healing untuk 2.641 Anak-anak Lombok Butuh Waktu yang Panjang

Atlet Voli Nasional Tularkan Semangat Juara
18 September 2018, 08:50:30 WIB

JawaPos.com – Anak-anak Lombok terus mendapat pemulihan trauma (trauma healing) pascagempa Agustus 2018 lalu. Sejumlah lembaga pendonor terus datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengembalikan anak-anak yang masih berada di tenda pengungsi.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menuturkan, untuk memulihkan kondisi kehidupan masyarakat Lombok, termasuk 2.641 anak-anak pengungsi di Lombok Utara membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun status tanggap darurat gempa dinyatakan sudah selesai, tapi para korban gempa itu masih hidup dalam ketakutan akibat trauma yang berkepanjangan.

“Untuk anak-anak, kami mempersiapkan berbagai bentuk bantuan trauma healing. Diharapkan mampu membawa semangat dan kebahagiaan yang berarti, terutama untuk mengembalikan keceriaan yang belakangan ini sirna dari kehidupan mereka,” kepada JawaPos.com, Selasa (18/9).

Trauma Healing untuk 2.641 Anak-anak Lombok Butuh Waktu yang Panjang
Director of Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk Jochanan Senf saat berada di kemah pengungsian korban gempa Lombok. (ACT for JawaPos.com)

Senin (17/9), ACT dengan PT Unilever Indonesia Tbk yang membawa brand Wall’s melakukan serangkaian aktivitas bersama untuk memberikan kebahagiaan masyarakat terdampak gempa Lombok. Khususnya anak-anak di Gunung Sari dan Pamenangan. Kedatangan Wall’s pun melibatkan Pungky Afriecia, atlet bola voli nasional.

Pihak ACT dan Wall’s mengunjungi tiga lokasi, yaitu SD Gunung Sari yang terletak di Desa Kekait dan camp pengungsian Kecamatan Pemenang Timur. Di sana mereka menggelar serangkaian kegiatan trauma healing.

Di kesempatan yang sama, Director of Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk Jochanan Senf menerangkan, trauma healing merupakan hal yang penting untuk anak-anak korban gempa di Lombok. Untuk itu pihaknya melibatkan brand Wall’s untuk membawa kebahagiaan untuk masyarakat yang terdampak gempa, terutama anak-anak.

“Dalam kesempatan ini kami membawa serta Pungky Afriecia untuk juga menularkan semangat juara sehingga anak-anak dapat kembali memupuk optimisme untuk bangkit dari gempa,” ujar Jochanan Senf.

“Kami berharap bisa membawa kebahagiaan dan menumbuhkan semangat anak-anak Lombok untuk kembali mengejar mimpi mereka,” sambungnya.

Sementara di tengah anak-anak Lombok, Pungky Afriecia memberikan motivasi agar terus optimistis dan memiliki semangat juara dalam kondisi dan situasi apa pun. Dia mengaku berterima kasih sekali ikut dilibatkan dalam upaya trauma healing ini. Dia berharap kehadirannya dapat mendorong anak-anak untuk berprestasi lagi.

“Bagi saya, kegagalan adalah sebuah tantangan yang harus kita lalui untuk membuktikan kemampuan diri. Semangat inilah yang ingin saya sebarkan kepada warga Lombok, khususnya anak-anak bahwa di balik setiap kesulitan, pasti ada kesempatan yang lebih besar lagi untuk bangkit menjadi seorang juara,” tandasnya.

Perhatian ACT dan PT Unilever itu mendapat apresiasi khusus dari Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Menurut dia, dukungan dari ACT dan PT Unilever Indonesia ini sangat dibutuhkan. Masyarakat Lombok yang menjadi korban gempa itu harus diyakinkan bahwa mereka itu orang-orang tangguh.

Adapun bentuk trauma healing dari ACT dan Wall’s selain menggelar olahraga bersama juga menghibur anak-anak dengan menonton film animasi Petualangan Singa Paddle Pop.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (iil/jpg/JPC)


Close Ads
Trauma Healing untuk 2.641 Anak-anak Lombok Butuh Waktu yang Panjang